Sumur Zamzam tak pernah kering selama 5.000 tahun

Sumur Zamzam tak pernah kering selama 5.000 tahun
Mulut sumur Zamzam dan alat penimba dari bahan kuningan, digunakan pada tahun 1299 Hijriah/1881 M. (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Mata air Zamzam pertama kali ditemukan pada 5.000 tahun yang lalu saat Nabi Ismail ‘alaihi salam kecil menjejalkan kedua kakinya ke tanah sembari menangis karena kehausan, sementara ibunya, Sayyidah Hajar mencari air dengan berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwah yang berjarak sekitar 450 meter satu sama lain.

Atas perintah Allah ﷻ, malaikat Jibril menghentakkan sayapnya pada tanah hingga air menyembur dari bekas jejalan kaki Nabi Ismail ‘alaihi salam.

Sejak saat itu, air Zamzam terus keluar dan tak pernah kering, mengundang banyak masyarakat dari berbagai suku untuk mendiami lembah Makkah yang kering dan tandus.

Sumur Zamzam yang terletak 20 meter dari Ka’bah itu dikenal sebagai yang tertua di dunia, walau penelitian menunjukkan usia mata air itu hanya mencapai 70 tahun.

Kini, air dari sumur Zamzam yang memiliki kedalaman 30 meter itu dipompa dengan kecepatan maksimum 18,5 liter per detik dan minimal 11 liter per detik guna memenuhi kebutuhan kaum Muslim dari seluruh dunia yang menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Nabi Muhammad ﷺ berkata, “Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada ibu Ismail! Dia telah meninggalkan aliran Zamzam tanpa berusaha menahannya sehingga Zamzam menjadi aliran yang mengalir di permukaan bumi”.

Sebelumnya, sumber mata air Zamzam pernah tertutup pada masa kakek Nabi ﷺ, Abdul Muthalib.

Dalam mimpinya, Abdul Muthalib menerima perintah untuk menggali kembali sumur itu.

Setelah menemukan sumber mata air Zamzam yang tertutup, dia pun menggalinya dan mulai memompa air Zamzam bagi para peziarah.

Mengelola sumur Zamzam kemudian menjadi tanggung jawab keluarga Abdul Muthalib, yang selanjutnya diwariskan kepada putranya, Alabbas bin Abdul Muthalib.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here