‘Startup’ digital Indonesia-Jepang jajaki kemitraan

‘Startup’ digital Indonesia-Jepang jajaki kemitraan
Sejumlah perusahaan rintisan (startup) digital Indonesia dan Jepang menjajaki kemitraan dalam acara virtual 'Indonesia-Kansai Digital Startup Business Meeting' pada Rabu (25/11/2020) yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal RI di Osaka bekerja sama dengan Kankeiren (Federasi Ekonomi Kansai). (KJRI Osaka)

Jakarta (Indonesia Window) – Sejumlah perusahaan rintisan (startup) digital Indonesia dan Jepang menjajaki kemitraan dalam acara virtual Indonesia-Kansai Digital Startup Business Meeting pada Rabu (25/11) yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal RI di Osaka bekerja sama dengan Kankeiren (Federasi Ekonomi Kansai).

Peluang investasi bagi startup digital kedua negara muncul dalam bentuk investasi inbound (luar ke dalam negeri) dan outbound (dalam ke luar negeri), menurut keterangan tertulis dari KJRI di Osaka yang diterima di Jakarta, Jumat.

Acara tersebut bertujuan menarik investasi perusahaan Kansai ke startup digital Indonesia, membuka peluang outbound investment venture capital Indonesia ke Kansai, serta membentuk kerja sama antara startup digital Indonesia dan Kansai.

Kankeiren merupakan organisasi ekonomi dengan 1.300 anggota yang terdiri atas perusahaan dan organisasi ekonomi dari enam prefektur di wilayah Kansai, yakni Osaka, Hyogo, Kyoto, Nara, Wakayama dan Shiga.

Perusahaan terkemuka yang termasuk dalam Kankeiren antara lain Sumitomo Corp., Panasonic Corp., Daikin Industries, Iwatani Corps., MUFG Bank, Osaka Steel, dan Kobe Steel.

Dalam acara tersebut, MDI Ventures, Alodokter, Widya Robotic Indonesia, Legalku, dan Kata.ai dari Indonesia masing-masing melakukan pertemuan secara terpisah dengan delapan perusahaan Jepang, diantaranya Konica Minolta, Sompo Japan, dan Takenaka.

Temu bisnis itu memanfatkan platform kerja sama Asia Business Creation (ABC Platform) yang digagas oleh Kankeiren guna meningkatkan kerja sama dengan negara ASEAN.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI di Osaka, Mirza Nurhidayat, menyampaikan bahwa pandemik COVID-19 justru menguatkan bisnis digital dengan pertumbuhan positif di tengah perlambatan ekonomi global.

Perkembangan startup digital di Indonesia belakangan ini sangat menjanjikan, didukung dengan semakin banyaknya pengguna internet di tanah air.

Saat ini, aplikasi e-commerce (perdagangan elektronik) dan platform layanan digital telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Jepang yang dikenal sebagai negara dengan kemajuan teknologi dan ekonomi terbesar ketiga di dunia memiliki potensi sebagai mitra kerja sama bagi startup digital Indonesia baik dari segi pendanaan modal ventura maupun kerja sama pengembangan bisnis.

Kankeiren mengembangkan platform kerja sama dengan tujuh negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam yang disebut Asia Business Creation (ABC) Platform yang secara resmi diluncurkan pada 5 April 2020.

ABC Platform bertujuan mengembangkan bisnis dengan negara mitra di bidang sumber daya manusia/tenaga kerja, pelayanan kesehatan, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pertanian, pariwisata, lingkungan, dan pengembangan startup.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here