Tim peneliti China rancang sistem AI-Chemist untuk fasilitasi eksperimen kimia

Seorang pengunjung berinteraksi dengan sebuah robot dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pertama Zona Percontohan Inovasi dan Penerapan Kecerdasan Buatan Nasional Jinan & Pameran Inovasi dan Penerapan Kecerdasan Buatan di Lembah Sungai Kuning di Jinan, Provinsi Shandong, China timur, pada 19 April 2021. (Xinhua/Guo Xulei)

Sistem kecerdasan buatan kimia oleh tim peneliti China yang serbabisa ini dilengkapi dengan nalar ilmiah yang mampu melaksanakan semua langkah penting yang diperlukan untuk penelitian dan eksperimen kimia.

 

Beijing, China (Xinhua) – Tim peneliti China menghadirkan sebuah sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memfasilitasi penelitian dan eksperimen kimia, demikian dilansir China Science Daily edisi Rabu (19/10).

Sistem AI-Chemist serbabisa ini dilengkapi dengan nalar ilmiah yang mampu melaksanakan semua langkah penting yang diperlukan untuk penelitian kimia, menurut para peneliti dari Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China.

AI-Chemist melakukan pengumpulan, pemrosesan, analisis, dan visualisasi data secara otomatis. Sistem ini dirancang agar dapat secara otomatis mencari dan membaca literatur terkait dari basis data cloud, kemudian mengusulkan rencana eksperimental yang sesuai.

AI-Chemist tersebut juga dapat mengendalikan sebuah robot yang memiliki kemampuan gerak (mobile robot) secara in-house ataupun online, sehingga dapat secara otomatis mengeksekusi proses eksperimental lengkap di lebih dari 10 stasiun kerja.

Data eksperimental itu dapat secara simultan dianalisis oleh otak komputasional AI-Chemist, sehingga membuatnya mampu mengusulkan hipotesis baru untuk iterasi selanjutnya.

Kompetensi AI-Chemist telah diuji dengan memberinya tiga tugas kimia yang berbeda, sebut artikel riset yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal National Science Review.

Regulasi artificial intelligence

Pada 22 September lalu, badan legislatif Shanghai meluncurkan regulasi untuk mendorong pengembangan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Regulasi tersebut, yang merupakan regulasi tingkat provinsi pertama di China untuk sektor AI, akan mulai berlaku pada 1 Oktober. AI merupakan satu dari tiga industri terdepan yang ingin dikembangkan Shanghai melalui pemusatan sumber daya.

Otoritas setempat akan mendorong pembangunan dan penggunaan platform sumber daya komputasi publik dan menyediakan bantuan daya komputasi publik bagi teknologi AI dan pengembangan industri, menurut regulasi itu.

Regulasi tersebut bertujuan untuk mendorong inovasi dan terobosan secara keseluruhan dalam industri AI dengan mendukung pengembangan industri-industri inti AI dan memperkuat aglomerasi perusahaan-perusahaan AI.

Kota tersebut akan mengeksplorasi manajemen penilaian dan pengawasan sandbox, yakni sebuah sistem pengawasan yang fleksibel untuk inovasi teknologi, guna merangsang kapasitas inovasi berbagai entitas dan memperluas ruang pengembangan bagi industri AI, menurut regulasi tersebut.

Regulasi itu juga menetapkan bahwa sebuah komite ahli dalam hal etika yang berkaitan dengan AI harus dibentuk dan perlindungan kelompok pengguna, termasuk pengguna lanjut usia, penyandang disabilitas, wanita, dan anak di bawah umur, harus diperkuat.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan