Sebanyak 213 hafiz Indonesia ikut seleksi imam masjid untuk UEA

Sebanyak 213 hafiz Indonesia ikut seleksi imam masjid untuk UEA
Masjid Raya Syeikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Phillip Glickman on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Sebanyak 213 hafiz atau penghafal Al-Quran asal Indonesia mengikuti seleksi calon imam masjid untuk Uni Emirat Arab (UEA) yang digagas oleh Kementerian Agama RI.

“Kegiatan ini merupakan upaya bilateral dua negara. Menjadi Imam Masjid di UEA merupakan kemuliaan, kebanggaan, dan kehormatan bagi Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Kamaruddin menjelaskan seleksi calon imam masjid UEA tersebut dilakukan secara daring dan luring, dan telah berlangsung selama tiga hari sejak 25 hingga 27 Agustus.

Pengiriman imam masjid ke Uni Emirat Arab merupakan bagian strategis dari kerja sama bilateral antara Pemerintah Republik Indonesia dan Uni Emirat Arab.

Para imam masjid juga akan menjadi duta Indonesia di negara Timur Tengah tersebut.

“Para imam masjid nanti diharapkan tidak hanya menjadi imam sholat, tetapi juga menjadi agen bagi Indonesia dalam menyebarkan paham agama Islam yang moderat,” kata dia.

Selain itu, para imam masjid yang terpilih nanti diharapkan bisa mengambil inspirasi dari UEA terkait sikap moderat di tengah kehidupan global dan multi budaya.

Kebutuhan UEA akan imam masjid asal Indonesia terungkap saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Uni Emirat Arab pada 2019. Putera Mahkota Syeikh Zayed secara khusus meminta 200 imam masjid asal Indonesia untuk ditugaskan di negaranya.

Menindaklanjuti permintaan itu, Pemerintah Indonesia melalui Kemenag dan otoritas Uni Emirat Arab melakukan seleksi yang menargetkan 74 imam. Dengan demikian, pada 2021 akan ada 100 imam yang siap dikirim ke Uni Emirat Arab.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here