Sebanyak 166 investor berinvestasi di KEK, serap 26.741 tenaga kerja

Sebanyak 166 investor berinvestasi di KEK, serap 26.741 tenaga kerja
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada webinar Kawasan Ekonomi Khusus, pada Senin (13/9/2021). (Kementerian Keuangan RI)

Jakarta (Indonesia Window) – Komitmen investasi di 19 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai 92,3 triliun rupiah hingga Juli 2021, dan telah terealisasi sebesar 32,76 triliun rupiah, menurut Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Hingga Juli ini telah terdapat 166 pengusaha atau investor yang telah menanamkan modal di KEK dan menciptakan lapangan kerja untuk 26.741 orang secara langsung,” kata Airlangga dalam webinar KEK, Senin.

Selain itu, imbuhnya, dari Januari sampai Juli 2021, nilai ekspor dari KEK telah mencapai 3,66 triliun rupiah.

Sementara itu, hingga Agustus 2021 sebanyak 129 badan usaha telah mendaftarkan profil mereka ke dalam sistem aplikasi khusus di KEK untuk mendapatkan fasilitas khusus setelah beroperasi di kawasan ini.

Fasilitas tersebut antara lain pembebasan Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Pembelian atas Barang Mewah (PPnBM), bea masuk, pajak impor, dan cukai.

“Sampai Agustus 2021, ada 11 dokumen pengajuan master list dengan nilai 740 miliar rupiah dan terdapat 65 dokumen pengajuan pemberitahuan jasa KEK dengan nilai transaksi 1,21 triliun rupiah,” jelas Airlangga.

Dia mengatakan, berbagai fasilitas yang diberikan pemerintah bukan satu-satunya pendorong daya saing KEK. Karenanya, pemerintah terus meningkatkan produksi produk berorientasi ekspor yang terhubung dengan rantai pasok global guna menarik investor menanamkan modal di KEK.

“Kita juga harus melakukan otomatisasi dengan mengembangkan Industri 4.0 untuk meningkatkan produktivitas di berbagai industri,” kata Airlangga.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here