Saudi kaya budaya, Indonesia punya potensi besar

Saudi kaya budaya, Indonesia punya potensi besar
Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Esam A. Abid Athagafi saat makan malam bersama sejumlah media di Jakarta, Rabu (6/11/2019). (Indonesia Window/Libertina)

Jakarta (Indonesia Window) – Dengan Makkah dan Madinah, dua kota suci Islam, berada di Arab Saudi, tentu saja negeri tersebut adalah jantung dunia Islam.

Setiap tahun jutaan Muslim seluruh dunia datang ke Saudi guna menjalankan ibadah haji dan umroh, dengan setidaknya 2,5 juta masuk ke negara tersebut selama musim Haji 1440 Hijriah/2019.

Dari jumlah tersebut, Indonesia selalu berada di puncak daftar jumlah jamaah haji terbanyak di dunia, mencapai hampir 10 persen dari jumlah total atau sebanyak 229.613 jamaah, karena jumlah populasi Muslimnya yang besar.

Demikianlah hubungan Arab Saudi dan Indonesia, yang diungkapkan oleh Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia, Esam A. Abid Athagafi bahwa sebagian masyarakat Indonesia melihat negaranya hanya semata-mata tentang Haji dan umroh.

Padahal menurutnya, selain menjadi pusat ibadah bagi Muslim seluruh dunia untuk menjalankan Rukun Islam kelima, Arab Saudi memiliki banyak daya tarik lainnya.

“Saudi punya budaya yang kuat dan sangat beragam. Saudi adalah pusat kebudayaan Islam dengan ekonomi yang maju dan peran politik yang kuat,” ujar Duta Besar Esam saat berdialog dengan sejumlah wartawan Indonesia di kediamannya di Jakarta, Rabu malam (6/11).

Lebih lanjut dia mengatakan kekuatan politik Arab Saudi tampak dari kokohnya negara tersebut mempertahankan keamanan dan perdamaian dalam negeri sementara negara-negara di sekelilingnya menghadapi konflik.

Bahkan Arab Saudi berhasil memediasi terwujudnya Kesepakatan Riyadh sebagai langkah awal dalam mendamaikan konflik di Yaman.

“Kesepakatan Riyadh diharapkan mengembalikan Pemerintahan Yaman yang sah. Respon dunia sangat baik. Ini adalah upaya positif Saudi yang konsisten memberi perhatian untuk menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tenga,” ujar duta besar.

Potensi Indonesia

Di sisi lain, Duta Besar Esam mengakui bahwa masyarakat Saudi hanya melihat Indonesia sebagai Muslim terbanyak di dunia dan pengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Indonesia lebih dari itu,” ujar duta besar.

Dia menjelaskan bahwa Indonesia dan Arab Saudi merupakan anggota G20, yakni forum internasional untuk pemerintah dan gubernur bank sentral dari 19 negara dan Uni Eropa.

“Setelah kunjungan Raja Salman ke Indonesia dan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi, serta pertemuannya dengan Putera Mahkota Mohammad bin Salman di pertemua G20, banyak kesepakatan yang dihasilkan yang intinya adalah meningkatkan ekonomi kedua negara,” jelas duta besar.

Dia menambahkan dalam waktu dekat beberapa Menteri Indonesia akan berkunjung ke Arab Saudi guna membahas langkah nyata untuk mewujudkan rencana peningkatan ekonomi kedua negara.

“Indonesia adalah salah satu focus dalam Visi 2030 karena Indonesia sangat strategis dan memiliki banyak potensi dan peluang,” ujar Duta Besar Esam.

Media

Duta Besar Esam menekankan bahwa hubungan Arab Saudi dan Indonesia sudah sangat dekat.

Namun, untuk mengenalkan Saudi lebih jauh kepada masyarakat Indonesia dan sebaliknya, duta besar berharap media massa di Indonesia dapat menyampaikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh dua negara.

“Hal ini akan membuka dimensi baru agar kedua masyarakat dapat saling mengenal lebih dalam dan lebih jauh,” ucapnya.

Guna menguatkan hubungan antara Arab Saudi dan Indonesia, Duta Besar Esam mengatakan pintu Kedutaan Besar Saudi di Jakarta selalu terbuka bagi media massa Indonesia.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here