Saudi dirikan kompleks bahasa internasional, promosikan Bahasa Arab dan Al-Quran

Saudi dirikan kompleks bahasa internasional, promosikan Bahasa Arab dan Al-Quran
Ilustrasi. Pemerintah Arab Saudi akan mendirikan Kompleks Internasional Raja Salman untuk Bahasa Arab yang mencakup kegiatan publikasi hingga kegiatan penelitian, pengembangan aplikasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), area konferensi, pusat pengajaran bahasa Arab, pengenalan sistem pengujian bahasa Arab yang komprehensif, dan kampanye media, serta menampilkan Bahasa Al-Quran. (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Kabinet Arab Saudi pada Selasa (1/9)menyetujui rencana untuk mendirikan Kompleks Internasional Raja Salman untuk Bahasa Arab, menurut laporan Arab News.

Kompleks tersebut akan mencakup kegiatan publikasi hingga kegiatan penelitian, pengembangan aplikasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), area konferensi, pusat pengajaran bahasa Arab, pengenalan sistem pengujian bahasa Arab yang komprehensif, dan kampanye media.

Kompleks itu menargetkan akademisi berbahasa Arab yang berspesialisasi dalam seni, politik, teknologi, pendidikan, dan pembuat konten, serta mereka yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa kedua.

Menteri Kebudayaan Saudi Badr bin Abdullah bin Farhan mengatakan kompleks itu akan menjadi komunitas global untuk pengembangan bahasa Arab dan mendukung aplikasi linguistik moderen.

Menteri menambahkan, melalui kompleks tersebut, pemerintah Kerajaan juga ingin menampilkan Bahasa Al-Quran.

Saat ini ada 1,8 miliar Muslim di seluruh dunia yang membaca Al-Quran dan memahami fonetik Bahasa Arab.

Dengan perkiraan 422 juta penutur, Bahasa Arab adalah bahasa kelima yang paling banyak digunakan di dunia.

Sementara itu, 26 negara menetapkan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi, dengan 18 di antaranya sebagai bahasa pertama mereka.

Proyek ini bertujuan untuk menyoroti posisi bahasa Semit tersebut, dan mengaktifkan perannya secara regional dan global.

Kompleks bahasa internasional tersebut juga bertujuan meningkatkan identitas budaya Arab, dan kegiatannya akan mencakup aplikasi, produk, dan penelitian linguistik pendukung di kerajaan serta dunia Arab dan Islam.

Menurut profesor retorika dan kritik sastra di Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Dr. Omar Al-Mahmoud, proyek tersebut dapat membantu memperluas jangkauan Bahasa Arab di seluruh dunia Muslim.

“Ini adalah salah satu alat komunikasi dan pemulihan hubungan yang paling penting antara Muslim,” kata Al-Mahmoud.

Dia mengatakan para akademisi dan mereka yang tertarik dengan Bahasa Arab menyambut baik keputusan tersebut, karena hal ini akan membantu memulihkan peran budaya yang bergengsi dan kuat dari bahasa tersebut.

“Ini akan memberi dorongan … dan membantu penyebarannya,” tambah Al-Mahmoud.

Duta Besar China Chen Weiqing mengatakan di Twitter, “Saya mengucapkan selamat atas pendirian Kompleks Internasional Raja Salman untuk Bahasa Arab di tempat kelahiran Bahasa Arab. Sejarah pengajaran bahasa Arab di universitas China dimulai sejak 70 tahun yang lalu. ”

Dia menambahkan, “Kita akan melanjutkan pertukaran bahasa, budaya dan pendidikan serta kerja sama dengan kerajaan, sehingga orang-orang kami, terutama kaum muda, mewarisi persahabatan tradisional kita dan menciptakan masa depan bersama kita.”

Visi budaya Arab Saudi mencakup pertukaran budaya internasional melalui kemitraan global.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here