Saudi akui Tim Kesehatan Haji Indonesia semakin baik

Saudi akui Tim Kesehatan Haji Indonesia semakin baik
Ruang perawatan di Rumah Sakit East Arafat (daerah Arafah bagian timur) yang disediakan oleh pemerintah Arab Saudi bagi jamaah haji. (Indonesia Window/Libertina)

Saudi akui Tim Kesehatan Haji Indonesia semakin baik

Jakarta (Indonesia Window) – Pemerintah Arab Saudi mengakui Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) tahun 2019 lebih baik dari waktu sebelumnya dengan dianugerahkannya empat penghargaan dari kerajaan tersebut untuk Indonesia.

Laporan dari Jaringan Pemberitaan Pemerintah (JPP) yang dikutip di Jakarta, Senin menyebutkan bahwa empat penghargaan tersebut terdiri atas pengakuan atas upaya promotive-preventif yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan di Madinah.

Sementara penghargaan kedua dan ketiga diberikan oleh Kementerian Kesehatan di Makkah kepada Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah masing-masing atas pelayanan dan peralatan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia.

Sedangkan penghargaan keempat diberikan oleh Muasassah Asia Tenggara atas pelayanan kesehatan di Makkah dan Armuzna.

Muassasah merupakan organisasi gabungan antara mutawif pembimbing tawaf yang biasa disebut syekh, dan munawir atau pembimbing ziarah.

Organisasi ini bertanggung jawab dalam mengurus akomodasi, transportasi, bimbingan ibadah haji dan pelayanan umum bagi para jamaah, termasuk menyambut jamaah haji yang tiba di Tanah Suci.

Muassasah didirikan pada 3 Mei 1984 oleh pemerintah Arab Saudi guna meningkatkan mutu layanan haji baik di Makkah, Madinah dan Jeddah.

Pemerintah Saudi mengganti fungsi syekh dengan Muassasah sejak 1984, sehingga calon haji tinggal mengikuti petunjuk maktabnya masing-masing. Muassasah di Makkah membawahi 38 maktab dan menyediakan ratusan penginapan.

Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan ada 453 jamaah haji yang wafat pada musim haji 2019/1440 Hijriah. Dari jumlah tersebut, 81,5 persen berisiko tinggi, baik dari segi usia maupun penyakit yang telah diderita sebelumnya.

Penyebab kematian jamaah haji sebagian besar karena penyakit kardiovaskular dan pernapasan.

Laporan dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan 2019 menyebutkan bahwa Tim Promotif Preventif telah melaksanakan sosialisasi kesehatan kepada seluruh jamaah haji di 529 kloter.

Sementara itu, Tim Gerak Cepat melakukan deteksi dini kepada 9.550 jamaah haji dan memberi respon darurat kepada 2.738 jamaah.

Sedangkan Tim Kuratif Rehabilitatif di KKHI Makkah dan Madinah melayani 3.448 jamaah haji yang mendapatkan perawatan rawat inap.

Kementerian Kesehatan RI telah menerima sepuluh penghargaan dari Arab Saudi sejak pelakasanaan haji 2016.

Laporan: Redaksi

 

 

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here