Riyadh akan gelar pesta seni BIENALSUR pekan depan

Riyadh akan gelar pesta seni BIENALSUR pekan depan
Menteri Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Badr bin Farhan Al-Saud. (Saudi Gazette)

Jakarta (Indonesia Window) – Kementerian Kebudayaan Saudi Arabia akan menjadi tuan rumah edisi kedua seni perjalanan kontemporer pertama di dunia “BIENALSUR 2019” di Museum Nasional Riyadh dari 5 November hingga 5 Desember.

Pesta seni BIENALSUR atau pesta seni dua tahunan dari Amerika Selatan tersebut diadakan di Timur Tengah untuk pertama kalinya. Acara tersebut diselenggarakan di Kerajaan Saudi Arabia sebagai babak terakhir setelah melakukan perjalanan melintasi lima benua.

Kementerian Kebudayaan menyelenggarakan acara tersebut bekerja sama dengan Universitas Nasional Tres de Febrero, Argentina. BIENALSUR  dimulai Mei lalu di Argentina sebelum pindah ke lebih dari 100 tempat di seluruh dunia.

Setelah penyebaran kartografi uniknya secara serentak di seluruh dunia, dengan pameran oleh 400 seniman di 43 kota di 23 negara, BIENALSUR menutup edisi 2019 di Riyadh.

Kehadiran BIENALSUR di Arab Saudi adalah bagian dari mempromosikan dialog, perdamaian serta  integrasi antaragama dan internasional melalui seni dan budaya. Pameran seni visual yang dirancang untuk menyatu dengan cara berpikir lain tersebut disajikan kepada publik Saudi untuk pertama kalinya.

BIENALSUR yang berjudul “Memulihkan Cerita, Memulihkan Fantasi” itu akan menempati bagian dari bangunan arsitektur modern yang dianggap sebagai salah satu museum terbaik di Timur Tengah  dengan menampilkan karya-karya seniman Argentina Graciela Sacco, Mariana Telleria dan Eduardo Basualdo;  Brazil Regina Silveira dan José Bechara (Brazil), Laurent Grasso (Perancis), Paola Monzillo dan Marco Maggi (Uruguay), Betsabeé Romero (Meksiko), dan Makoto Azuma (Jepang).

Empat seniman Saudi akan mempresentasikan karya seni mereka di BIENALSUR, yaitu Sarah Abu Abdullah, Fatima Al-Banawi, Faisal Samra, dan Ayman Zedani.

Al-Banawi, Zedani dan Samra berpartisipasi dalam pameran Buenos Aires pada Juni tahun ini setelah mereka dipilih oleh kurator BIENALSUR di antara lebih dari 5.000 proposal dari seluruh dunia.

Dianggap sebagai pelopor seni konseptual di Timur Tengah, Samra akan menyajikan karyanya “Grip of Hope”, sebuah instalasi interaktif. Pameran ini akan digabungkan dengan karya-karya yang mencerminkan pengalaman waktu tunggal dari sudut pandang artis Zedani, narasi Sarah, dan dunia intim Al-Banawi.

Soal pameran ini  dengan mayoritas seniman wanita dan juga dikuratori oleh seorang wanita, peneliti Argentina yang luar biasa, Diana Wechsler yang juga  direktur artistik-akademik BIENALSUR mengatakan bahwa acara tersebut menawarkan kepada penonton kesempatan untuk memulihkan dimensi imajiner dan dengan itu bertemu dengan cara berpikir yang lain, yang dapat memperluas modalitas narasi dalam celah yang ada antara realitas dan fantasi.

Kementerian Kebudayaan menjadi tuan rumah pameran sebagai bagian dari menarik bisnis internasional dan acara budaya ke Kerajaan serta menciptakan peluang untuk interaksi budaya dengan warga, penduduk dan pengunjung untuk  mendukung seniman lokal yang akan memamerkan karya mereka di kancah internasional yang bergengsi, dan meningkatkan status Arab Saudi sebagai tujuan seni internasional.

Tujuan dari pesta seni tersedbut adalah menjadi ajang global untuk kerja sama lintas budaya dalam upaya mengurangi jarak dan batasan geografis di samping untuk merayakan keanekaragaman sebagai nilai yang unik dan berbeda.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here