Reruntuhan kuno dari abad ke-2 ditemukan di timur laut China

Reruntuhan kuno dari abad ke-2 ditemukan di timur laut China
Pecahan keramik dari masa Dinasti Qing China (abad 19-20) yang ditemukan di Situs Gua Batu Han, Desa Somlain, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. (Balai Arkeologi Maluku)

Jakarta (Indonesia Window) – Para arkeolog di Provinsi Jilin, China bagian timur laut, telah menemukan beberapa reruntuhan Kerajaan Fuyu kuno di Situs Yong’an di Kota Jilin, menurut lembaga penelitian peninggalan budaya dan arkeologi provinsi.

Situs Yong’an terletak di Distrik Fengman, Kota Jilin. Para arkeolog pertama kali menemukan situs tersebut pada 2018. Sejauh ini, 1.000 meter persegi situs telah digali, kata Wang Cong, kepala tim arkeologi di situs tersebut, menurut Kantor Berita Xinhua, Senin.

Para arkeolog juga menemukan batu bata dekoratif, ubin dan komponen arsitektur lainnya dan pecahan tembikar serta sisa-sisa dua rumah dan sumur dari periode kuno yang berbeda di situs tersebut.

“Penemuan sumur tersebut membuktikan bahwa masyarakat purba yang tinggal di daerah tersebut memiliki sejarah mengebor dan menggunakan sumur paling lambat pada periode Kerajaan Bohai (698-926),” jelas Wang.

Melalui penggalian sumur, para arkeolog mengembalikan teknologi pengeboran sumur pada periode sejarah ini. “Sumur yang digali sedalam tujuh meter,” kata Wang.

Jarang ditemukan reruntuhan rumah Kerajaan Fuyu yang merupakan rezim etnis di timur laut China dari abad ke-2 SM hingga 494 M.

Hal tersebut menunjukkan bahwa situs Yong’an merupakan reruntuhan pemukiman Kerajaan Fuyu.

Sisa-sisa budaya tersebut menyediakan materi baru untuk lebih lanjut memulihkan kehidupan masyarakat Fuyu dan mempelajari lingkungan sekitarnya dari periode yang sama, kata Wang.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here