Cyril Ramaphosa resmi jadi presiden Afsel untuk masa jabatan kedua

Cyril Ramaphosa (kanan) mengambil sumpah jabatan sebagai presiden Afrika Selatan (Afsel) pada upacara pengambilan sumpah di Pretoria, Afsel, pada 19 Juni 2024. Ramaphosa (71), yang juga merupakan presiden Kongres Nasional Afrika (African National Congress/ANC) yang berkuasa di Afsel, terpilih kembali sebagai presiden Afsel oleh Majelis Nasional, atau majelis rendah parlemen negara itu, dalam pemungutan suara pada 14 Juni dengan menerima 283 suara. (Xinhua/Zhang Yudong)

Ramaphosa terpilih kembali sebagai presiden Afsel oleh Majelis Nasional, atau majelis rendah parlemen negara itu, dalam pemungutan suara pada 14 Juni dengan meraih 283 suara.

 

Pretoria, Afrika Selatan (Xinhua) – Cyril Ramaphosa (71), pemimpin partai Kongres Nasional Afrika (African National Congress/ANC) yang berkuasa di Afrika Selatan (Afsel), pada Rabu (19/6) mengambil sumpah jabatan sebagai presiden Afsel untuk lima tahun ke depan dalam upacara pelantikan di Pretoria, ibu kota administratif negara itu.

“Sebagai Presiden Republik ini, saya akan bekerja dengan semua orang untuk menjangkau dan bekerja dengan setiap partai politik dan sektor yang bersedia berkontribusi untuk menemukan solusi dalam mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi negara kita di saat kita bertransisi menuju dekade baru kebebasan,” tutur Ramaphosa dalam pidatonya di upacara tersebut.

Ramaphosa terpilih kembali sebagai presiden Afsel oleh Majelis Nasional, atau majelis rendah parlemen negara itu, dalam pemungutan suara pada 14 Juni dengan meraih 283 suara.

Lawannya, Julius Malema dari Pejuang Kemerdekaan Ekonomi (Economic Freedom Fighters), memperoleh 44 suara. Berdasarkan Konstitusi Afsel, usai ditunjuk oleh Majelis Nasional, presiden terpilih harus mulai menjabat dalam waktu lima hari.

“Kami akan mengundang semua pihak, masyarakat sipil, buruh, pelaku bisnis, dan formasi lainnya untuk mengikuti dialog nasional mengenai tantangan kritis yang dihadapi bangsa ini. Kami akan berupaya, seperti yang telah kami lakukan pada banyak momen penting dalam sejarah kita, untuk membentuk kesepakatan sosial guna mewujudkan aspirasi Rencana Pembangunan Nasional kita,” kata Ramaphosa, yang juga menekankan pentingnya membentuk sebuah pemerintahan persatuan nasional.

Dalam pemilihan umum pada 29 Mei, ANC mengamankan 159 kursi dari 400 kursi di Majelis Nasional, yang berarti jumlah tersebut berada di bawah 50 persen yang dibutuhkan untuk mempertahankan suara mayoritasnya selama 30 tahun di majelis rendah parlemen negara itu untuk pertama kalinya.

ANC pada Senin (17/6) mengumumkan bahwa total lima partai politik, termasuk ANC, Aliansi Demokratik, Partai Kebebasan Inkatha, GOOD, dan Aliansi Patriotik, telah resmi menandatangani statement of intent (SOI) untuk berpartisipasi dalam pemerintahan persatuan nasional.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan