Raja Salman tekankan tujuan kepresidenan G20 wujudkan peluang abad 21

Raja Salman tekankan tujuan kepresidenan G20 wujudkan peluang abad 21
Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud menekankan tema kepresidenan Arab Saudi dalam G20 adalah untuk mewujudkan peluang abad ke-21 bagi semua. (Kantor Berita Arab Saudi-SPA)

Jakarta (Indonesia Window) – Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud menekankan tema kepresidenan Arab Saudi dalam G20 adalah untuk mewujudkan peluang abad ke-21 bagi semua.

Hal tersebut disampaikan oleh Raja Salman dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Riyadh G20 secara virtual pada Sabtu.

“Meskipun pandemik COVID-19 telah memaksa kita untuk menyesuaikan fokus kita dengan cepat guna menghadapi dampaknya, subjek di bawah tema umum ini, yaitu: Memberdayakan Masyarakat, Menjaga Planet, dan Membangun Cita-cita Baru, tetap penting dalam menghadapi tantangan global ini dan meraih masa depan yang lebih baik bagi masyarakat kita,” kata pemimpin Arab Saudi itu.

Dia menegaskan bahwa dunia harus mengatasi kerentanan akibat COVID-19, sekaligus berupaya melindungi kehidupan dan mata pencaharian.

“Meskipun kita optimis dengan kemajuan yang dicapai dalam mengembangkan vaksin, alat terapeutik dan diagnostik untuk COVID-19, kita harus bekerja untuk menciptakan akses yang terjangkau dan setara ke alat-alat ini untuk semua orang. Pada saat yang sama, kita harus bersiap untuk menghadapi pandemi di masa depan dengan lebih baik,” ujar Raja Salman.

Dia menekankan bahwa masyarakat dunia harus terus mendukung ekonomi global dan membuka kembali ekonomi dan pembatasan guna memfasilitasi mobilitas perdagangan dan manusia.

“Kita harus memberikan dukungan kepada negara berkembang secara terkoordinasi untuk mempertahankan pembangunan yang telah dicapai selama beberapa dekade terakhir,” ujarnya, seraya menambahkan, kita harus terus meletakkan dasar untuk pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif.

Raja Salman juga menyeru agar seluruh pihak mendorong akses peluang bagi semua orang, terutama perempuan dan pemuda, untuk meningkatkan peran mereka di masyarakat dan di pasar kerja melalui pendidikan, pelatihan, penciptaan lapangan kerja, serta mendukung kewirausahaan, memperkuat inklusi keuangan, dan menjembatani kesenjangan digital antarindividu.

“Kita juga perlu menciptakan kondisi ekonomi yang lebih berkelanjutan. Oleh karena itu, kita telah mengajukan Ekonomi Karbon Sirkular sebagai pendekatan yang efektif dalam mencapai tujuan iklim dan memastikan sistem energi yang lebih bersih, lebih berkelanjutan, dan terjangkau,” ujarnya.

Lebih lanjut Raja Salman mengatakan Arab Saudi, yang merupakan negara Arab pertama tuan rumah KTT G20, mendukung upaya memerangi degradasi lahan, serta melestarikan terumbu karang dan keanekaragaman hayati sebagai sinyal kuat tentang komitmen untuk menjaga Bumi.

Selain itu, menurut Raja Salman, perdagangan adalah pendorong utama pemulihan ekonomi.

“Kita telah mengadopsi Inisiatif Riyadh tentang Masa Depan WTO (Organisasi Perdagangan Dunia), dengan tujuan membuat sistem perdagangan multilateral yang lebih mampu menghadapi tantangan saat ini dan di masa depan,” ujarnya.

Para pemimpin G20 bertemu untuk pertama kalinya dua belas tahun lalu sebagai tanggapan atas krisis keuangan.

“Hasil yang dicapai merupakan bukti nyata bahwa G20 adalah forum paling menonjol untuk kerja sama internasional dan penanggulangan krisis global,” ujarnya.

“Dengan pertemuan kita sekali lagi, saya yakin bahwa KTT Riyadh akan memberikan hasil yang signifikan dan menentukan, serta akan mengarah pada pengadopsian kebijakan ekonomi dan sosial yang akan memulihkan harapan dan kepastian bagi masyarakat dunia,” kata Raja Salman.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here