Profesor Indonesia terima penghargaan ‘distinguished alumni’ dari Taiwan

Profesor Indonesia terima penghargaan ‘distinguished alumni’ dari Taiwan
Prof. Felycia Edi Soetaredjo (tengah), menerima penghargaan Distinguished Taiwan Alumni Award tahun kedua oleh Kementerian Pendidikan Taiwan, dan menjadi orang Indonesia pertama yang mendapat kehormatan ini. (TETO Surabaya)

Jakarta (Indonesia Window) – Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta industri masa depan yang pesat, Taiwan menawarkan pendidikan tinggi yang berkualitas dengan lingkungan yang nyaman dan aman.

Salah satu yang telah menikmati layanan tersebut adalah Prof. Felycia Edi Soetaredjo, ST., M.Phil., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., yang saat ini menjabat Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

Peraih gelar Ph.D. dari National Taiwan University of Science and Technology itu baru-baru ini dianugerahi penghargaan Distinguished Taiwan Alumni Award tahun kedua oleh Kementerian Pendidikan Taiwan, dan menjadi orang Indonesia pertama yang mendapat kehormatan ini.

Penganugerahan tersebut diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh Kementerian Pendidikan Taiwan, yang memilih lima sampai 10 lulusan universitas Taiwan di seluruh dunia yang berprestasi.

Sebelumnya, pada 2019, dia juga terpilih sebagai Outstanding Alumni Department of Chemical Engineering, National Taiwan University of Science and Technology.

Felycia mengucapkan terima kasih kepada National Taiwan University of Science and Technology atas pembinaan yang telah diterimanya, dan merasa sangat tersanjung dengan penghargaan dari Kementerian Pendidikan Taiwan tersebut.

Menurut dia, Taiwan adalah kampung halamannya yang kedua karena di sinilah dia memperdalam ilmunya dan meraih kesuksesan.

Prof. Felycia mengakui Program Pengembangan Bakat dari Kebijakan Baru Taiwan ke Arah Selatan atau New Southbound Policy telah menegaskan tujuan Taiwan untuk berkontribusi dalam mengembangkan bakat komunitas internasional.

Pendidikan tinggi yang berkualitas dengan kehidupan yang nyaman, telah meningkatkan jumlah pelajar internasional yang belajar ke Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun ajaran 2011, jumlah mahasiswa internasional di Pulau Formosa tercatat 57.000, lalu meningkat menjadi lebih dari 120.000 orang pada 2020.

Di bawah Program Pengembangan Bakat dari Taiwan New Southbound Policy, jumlah pelajar Asia Tenggara, termasuk dari Indonesia, semakin bertambah.

Pada 2016 jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Taiwan sebanyak 5.074, dan selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Meskipun terpengaruh pandemik COVID-19 sejak setahun lalu, jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Taiwan justru meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 13.804 orang, dan merupakan negara sumber pelajar asing terbesar ketiga di Taiwan.

Sumber: Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO)

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here