PM Mahathir akan bagikan tips sehatnya dalam buku

PM Mahathir akan bagikan tips sehatnya dalam buku
Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Mohamad. (Indonesia Window/Bambang Purwanto)

Jakarta (Indonesia Window) – Menjabat Perdana Menteri Malaysia pada usia 94 tahun menjadikan Dr. Mahathir Mohamad sebagai pemimpin negara tertua di dunia.

Banyak orang ingin mengetahui “rahasia” di balik kebugaran Mahathir yang sebelumnya pernah menjabat perdana menteri pada 1981 hingga 2003 itu.

“Begitu banyak orang bertanya kepada saya pertanyaan ini. Saya akan menuliskannya suatu hari untuk menjelaskan kepada orang-orang. Tidak secara ilmiah karena saya tidak melakukan pemeriksaan ilmiah,” ujarnya seperti yang dilaporkan Kantor Berita Bernama.

“Apa yang saya lakukan adalah saya mengamati apa yang terjadi pada saya dan apa yang terjadi pada orang lain, dan saya menarik kesimpulan saya sendiri,” lanjut Mahathir pada sesi dialog di Pertemuan Tinggi Bisnis dan Investasi ASEAN 2019 yang dimoderatori oleh Ketua Dewan Penasihat ASEAN Business Arin Jira di Malaysia, Sabtu (3/11).

PM Mahathir menjelaskan dirinya tetap sehat dan bugar dengan tidak makan berlebihan.

“Hal pertama adalah jangan makan berlebihan. Makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Itu sangat sederhana. Saat makanannya enak, berhentilah makan. Itu adalah saran ibuku untukku.

“Saat makanannya enak, berhentilah makan. Ini sangat sulit tetapi kami harus mengembangkan disiplin,” imbuhnya.

Dr Mahathir juga menyarankan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi lemak, karbohidrat dan gula dalam makanan.

Selain itu untuk tetap sehat, seseorang harus tetap aktif dan berolahraga secara teratur agar tidak kehilangan otot.

“Aktif berarti keseluruhan sistem, bukan hanya otot. Jika Anda menggunakan otak Anda sepanjang waktu, Anda berbicara, berpikir, berdebat, bertengkar, itu mengaktifkan otak dan itu akan berfungsi dengan baik.

“Jika tidak berfungsi dengan baik untuk hal-hal tertentu, lakukan itu berulang-ulang. Apa pun yang kita lakukan berulang kali, kita akan ingat.

“Jika setelah pensiun, kita istirahat dan tidur, otak serta tubuh akan kehilangan kapasitasnya,” katanya.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here