Indonesia siap implementasikan perjanjian angkutan multimoda ASEAN

Bendera negara anggota ASEAN. (iStock by Getty Images)

Jaringan ASEAN Highway Network (AHN) di Kalimantan semakin memperkuat dukungan terhadap kelancaran lalu lintas di jalur tersebut.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan siap untuk mengimplementasikan ASEAN Framework Agreement on Multimodal Transport (AFAMT), yang merupakan perjanjian terkait pelaksanaan angkutan multimoda di Kawasan ASEAN.

“Saya berharap semua rencana perjanjian ini dapat segera terimplementasi untuk memfasilitasi kelancaran integrasi kawasan ASEAN,” kata Sekretaris Jenderal Kemenhub Novie Riyanto dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Jumat, menurut laporan Kantor Berita Antara.

Novie mengatakan, dalam pertemuan ASEAN Senior Transport Officials ke-53 yang berlangsung di Bali pada 28-29 Juni 2022, Indonesia juga menyampaikan perkembangan proses ratifikasi perjanjian kerja sama seperti ASEAN Cross Border Transport of Passengers by Road Vehicle (CBTP), ASEAN Framework Agreement on the Facilitation of Inter-State Transport (AFAFIST), dan ASEAN Framework Agreement on the Facilitation of Goods in Transit (AFAFGIT) Protocol 6 yang telah mencapai tahap akhir.

perjanjian angkutan multimoda asean
Ilustrasi. Indonesia menegaskan kembali komitmen dalam meningkatkan upaya penanggulangan keterbatasan container akibat pandemik COVID-19. (william william on Unsplash)

Semua perjanjian kerja sama terkait angkutan multimoda tersebut bertujuan untuk memperkuat dukungan pada lalu lintas penumpang dan barang antarnegara ASEAN.

Guna memperkuat konektivitas dan daya saing kawasan ASEAN, kolaborasi yang lebih intensif dengan negara-negara mitra dialog ASEAN harus diperkuat, tutur Novie.

“Saya mencatat bahwa sejumlah negara mitra dialog ASEAN seperti China, Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat, telah menunjukkan kontribusi mereka dalam melaksanakan proyek-proyek pembangunan sektor transportasi,” ujarnya.

Menurut dia, kelompok kerja (working group) yang dibentuk selama ini telah berkinerja dengan baik dalam membahas berbagai langkah menuju implementasi perjanjian atau nota kesepahaman secara tepat waktu di bawah kerangka Kerja Sama Transportasi ASEAN.

Pertemuan di Bali menyepakati beberapa draft perjanjian kerja sama yang akan ditandatangani pada Pertemuan Menteri Transportasi ASEAN ke-28 yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2022 di Indonesia, yakni ASEAN-EU Comprehensive Air Transport Agreement (AE-CATA), dan ASEAN Agreement on Aeronautical and Maritime Search and Rescue Cooperation.

Sementara itu, dalam kerangka kerja sama ASEAN dan Mitra Dialog, telah diselenggarakan the 1st ASEAN-US STOD yang merupakan pertemuan tingkat pejabat tinggi transportasi Negara Anggota ASEAN dan Amerika Serikat.

Dalam pertemuan itu, Indonesia mengusulkan penyertaan pembahasan terkait pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) dalam rencana kerja ASEAN-AS yang juga telah diadopsi, dan akan disahkan dalam pertemuan Tingkat Menteri Transportasi mendatang.

Selain itu, telah dilaksanakan pula pembahasan kerja sama ASEAN dengan China Jepang dan Korea Selatan.

Indonesia dan Korea Selatan telah menyepakati pelaksanaan program pelatihan dalam sektor perhubungan darat dan perkeretaapian bagi aparatur perhubungan di kedua sektor tersebut.

Sementara itu, di sektor transportasi darat, Indonesia melaporkan perkembangan pembangunan jalan dalam jaringan ASEAN Highway Network (AHN) di Kalimantan untuk semakin memperkuat dukungan terhadap kelancaran lalu lintas di jalur tersebut.

Di transportasi laut, Indonesia menegaskan kembali komitmen dalam memperkuat pengoperasian jaringan pelayaran RO-RO (Roll-on/roll-off) di Dumai-Melaka dan Bitung-Davao/General Santos serta inisiatif untuk meningkatkan sirkulasi peti kemas di ASEAN dan meningkatkan upaya penanggulangan keterbatasan container akibat pandemik COVID-19.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan