Peneliti temukan fosil manusia 500.000 tahun lalu, dinamakan Homo bodoensis

Peneliti temukan fosil manusia 500.000 tahun lalu, dinamakan Homo bodoensis
Ilustrasi. (shauking from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Para ilmuwan telah mengumumkan nama manusia purba yang diduga pernah hidup pertama kali di Afrika sekitar setengah juta tahun yang lalu.

Homo bodoensis, nama spesies manusia purba tersebut, hidup selama era Pleistosen Tengah (0,781 juta – 0,126 juta tahun yang lalu) dan merupakan nenek moyang langsung dari manusia modern, kata para ahli percaya.

Nama bodoensis berasal dari tengkorak yang ditemukan di Bodo D’ar, Ethiopia.

Para peneliti mengatakan periode tersebut dalam sejarah sangat penting karena saat itu juga muncul Homo sapiens (manusia masa kini) di Afrika, dan Neanderthal atau Homo neanderthalensis di Eropa.

Namun, ahli paleoantropologi menyebut “kekacauan di tengah” karena evolusi manusia pada zaman tersebut kurang dipahami.

Penulis utama, Dr. Mirjana Roksandic, dari Universitas Winnipeg, Kanada, mengatakan, “Berbicara tentang evolusi manusia selama periode ini menjadi tidak mungkin karena kurangnya terminologi yang tepat yang mengakui variasi geografis manusia.”

Di bawah klasifikasi baru, H. bodoensis akan menggambarkan sebagian besar manusia Pleistosen Tengah dari Afrika dan beberapa dari Eropa tenggara, sementara banyak dari benua Eropa akan diklasifikasi ulang sebagai Neanderthal.

Menurut salah satu rekan penulis, Christopher Bae, dari departemen antropologi, Universitas Hawai’i di Manoa, pengenalan H. bodoensis bertujuan untuk “memotong simpul Gordian dan memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan jelas tentang periode penting ini pada evolusi manusia”.

Dr. Roksandic menyimpulkan, “Menamai spesies baru adalah masalah besar, karena Komisi Internasional untuk Tata Nama Zoologi mengizinkan perubahan nama hanya di bawah aturan yang ditetapkan dengan sangat ketat.”

“Kami yakin yang ini akan bertahan lama, nama takson baru akan hidup hanya jika peneliti lain menggunakannya,” imbuhnya.

Temuan tersebut dipublikasikan di Evolutionary Anthropology Issues News and Reviews.

Sumber: independent.co.uk

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here