Pemerintah upayakan bus Indonesia masuk Arab Saudi, layani jamaah

Pemerintah upayakan bus Indonesia masuk Arab Saudi, layani jamaah
Pertemuan virtual KJRI Jeddah dengan Kementerian Perhubungan RI, perusahaan karoseri bus Indonesia dan perusahaan Massaril Haram Arab Saudi pada Selasa (25/11/2020) guna membahas rencana penyediaan bus buatan Indonesia untuk musim haji 1442 Hijriah/2021. (Konsulat Jenderal RI di Jeddah)

Jakarta (Indonesia Window) – Konsulat Jenderal RI di Jeddah berupaya agar bus buatan Indonesia dapat masuk ke Arab Saudi guna melayani para jamaah haji dan umroh dari tanah air.

Hal tersebut dibahas dalam pertemuan virtual KJRI Jeddah dengan Kementerian Perhubungan RI, perusahaan karoseri bus Indonesia dan perusahaan Massaril Haram Arab Saudi pada Selasa (25/11).

Pertemuan itu membahas rencana penyediaan bus untuk musim haji 1442 Hijriah/2021 sekaligus tindak lanjut inquiry dari pemilik Massaril Haram, Omar Miski, yang ingin mendatangkan bus dari Indonesia sebagai salah satu angkutan jamaah haji dan umroh di Arab Saudi.

Konsul Jenderal RI di Jeddah, Eko Hartono, menyatakan bahwa pemerintah ingin agar jamaah haji dan umrah asal Indonesia juga dapat mendorong peningkatan ekonomi nasional melalui penggunaan produk Indonesia.

Produk asal tanah air diharapkan akan lebih banyak lagi masuk ke pasar Arab Saudi.

Sementara itu, Omar Miski menyampaikan bahwa pihaknya ingin  mendatangkan bus asal Indonesia dalam waktu dekat sehingga kendaraan Indonesia dapat bersaing di pasar haji dan umrah pada 2021.

Jumlah jamaah umrah Indonesia sebanyak 1,2 juta orang per tahun merupakan yang terbesar kedua di dunia setelah Pakistan.

Sementara jumlah jamaah haji Indonesia mencapai 231 ribu.

Miski berharap masuknya bus Indonesia tahap pertama dapat menjadi standar untuk jenis angkutan yang berasal dari tanah air.

Menanggapi rencana tersebut, para perwakilan perusahaan bus Indonesia akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memenuhi ketentuan dan persyaratan agar kendaraan Indonesia dapat diterima oleh pasar Arab Saudi.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here