
Trump ancam sanksi pembeli minyak Iran usai putaran pembicaraan berikutnya ditunda

Orang-orang mengikuti aksi demonstrasi di Teheran, Iran, pada 3 November 2024. Warga Iran pada Ahad (3/11) turun ke jalan untuk menggelar pawai ke area bekas kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), meneriakkan slogan-slogan yang mengecam AS dan Israel. (Xinhua/Shadati)
Pembeli minyak atau petrokimia dalam jumlah berapa pun dari Iran akan segera dikenai sanksi sekunder dari Amerika Serikat.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melancarkan tekanan terhadap Iran pada Kamis (1/5), dengan mengatakan setiap negara atau orang yang membeli minyak atau petrokimia dari Iran akan segera dikenai sanksi oleh AS, setelah pembicaraan tidak langsung antara kedua negara ditunda."Semua pembelian Minyak Iran, atau produk Petrokimia, harus dihentikan, SEKARANG! Setiap Negara atau individu mana pun yang membeli MINYAK atau PETROKIMIA dalam jumlah berapa pun dari Iran akan segera dikenai Sanksi Sekunder," tulis Trump di Truth Social."Mereka tidak akan diizinkan untuk berbisnis dengan Amerika Serikat dengan cara, bentuk, atau wujud apa pun. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini," tambahnya.Trump menerapkan apa yang dia sebut sebagai kampanye ‘tekanan maksimum’ terhadap Iran sejak menjabat pada Januari, termasuk sanksi yang lebih keras terhadap ekspor minyak dan ancaman aksi militer.Komentar Trump dilontarkan setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei pada Kamis mengatakan bahwa putaran keempat pembicaraan nuklir tidak langsung antara Iran dan AS, yang dijadwalkan pada Sabtu (3/5) di Roma, telah ditunda atas usulan mediator Oman.Baghaei menegaskan kembali tekad Iran untuk menggunakan diplomasi dalam melindungi kepentingan negara yang "sah dan legal" serta untuk mengakhiri sanksi dan tekanan ekonomi terhadap Iran.Sebelumnya pada hari itu, Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi mengumumkan di platform media sosial X bahwa putaran keempat pembicaraan Iran-AS yang sebelumnya dijadwalkan pada Sabtu ditunda karena "alasan logistik," seraya menambahkan, "Tanggal baru akan diumumkan setelah disepakati bersama."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kamp pengungsi di desa Rohingya mengenaskan
Indonesia
•
10 Sep 2019

COVID-19 – Vietnam usulkan organisasi internasional prioritaskan pelaut untuk vaksinasi
Indonesia
•
09 Mar 2021

AS temukan 19 kasus cacar monyet, WHO tingkatkan level risiko jadi menengah
Indonesia
•
03 Jun 2022

Sekjen PBB: Israel ciptakan hambatan besar bagi distribusi bantuan di Gaza
Indonesia
•
23 Dec 2023


Berita Terbaru

Perang Iran kuras keuangan AS 663 triliun rupiah, AS kini hadapi kekurangan amunisi canggih
Indonesia
•
15 Sep 2026

Perang besar makin dekat? 36 persen responden PBB prediksi terjadi dalam setahun
Indonesia
•
16 Sep 2026

Trump klaim Iran terus minta kesepakatan, perang diprediksi berakhir tahun ini
Indonesia
•
14 Sep 2026

Lebih dari 500 tentara tewas dan 1.500 luka, serangan Houthi ubah peta perang Yaman
Indonesia
•
14 Sep 2026
