Pembangunan ponpes Indonesia di AS 70 persen

Pembangunan ponpes Indonesia di AS 70 persen
Imam Shamsi Ali, Pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani sekaligus Presiden Nusantara Foundation. (Indonesia Window/Bambang Purwanto)

Jakarta (Indonesia Window) – Pembangunan pondok pesantren (ponpes) Nur Inka Nusantara Madani di Connecticut, Amerika Serikat yang digagas oleh pendakwah Indonesia Imam Shamsi Ali di bawah naungan Nusantara Foundation telah mencapai 70 persen.

Pernyataan dari Imam Shamsi yang diterima di Jakarta, Rabu menyebutkan sejak properti seluas 7,5 hektar di kota Moodus, Connecticut dibeli pada April 2018, proses renovasi terus berjalan.

“Pembersihan lahan dan perubuhan serta renovasi gedung-gedung tua terus berjalan. Alhamdulillah sekitar 70 persen dari pekerjaan ini telah selesai,” kata Imam Shamsi Ali, Pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani sekaligus Presiden Nusantara Foundation.

Dia menjelaskan, dari 10 gedung tua di lokasi tersebut, lima diantaranya dirubuhkan karena tidak layak pakai, sedangkan empat gedung telah direnovasi dan satu lainnya masih dalam proses perbaikan.

Selain renovasi gedung, pembangunan lapangan basket, lapangan voli, lapangan bola kaki, dan kolam renang juga telah selesai.

Dengan rampungnya 70 persen renovasi gedung, sejak tahun lalu pesantren telah difungsikan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Di antaranya pelatihan kepemimpinan, program tahfidz (menghapal) Al-Quran, dan kegiatan komunitas dengan tetangga.

Sementara itu Rencana Induk tahap kedua pembangunan ponpes tengah diselesaikan, dan diharapkan peletakan batu pertama dapat dilaksanakan pada awal musim panas 2020.

Saat ini Nusantara Foundation masih berjuang menyelesaikan pelunasan properti dengan ansuran bulanan tanpa riba sebesar 8.750 dolar AS (1 dolar AS = Rp13.985) per bulan hingga April tahun 2020.

Artinya saat ini pelunasan properti Nusantara memerlukan sekitar 112.500 dolar AS.

Meski belum sepenuhnya rampung, Nusantara terus bergerak dengan kegiatannya seperti mengenalkan Islam ke universitas, membangun dialog dan hubungan antarpemeluk agama, menggelar pelatihan imam dan kepemimpinan, dan program tahfidz.

Pembangunan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang komprehensif diharapkan mewakili wajah Muslim Indonesia di Amerika Serikat.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here