
RCEP jadi "peluang baru" untuk ekonomi digital dan ekonomi hijau di Asia-Pasifik

Foto yang diabadikan pada 30 Juni 2023 ini menunjukkan Forum Tingkat Tinggi RCEP 2023 yang digelar di Kota Qingdao, China timur. (Xinhua)
Negara-negara anggota RCEP kaya akan sumber daya mineral, dengan Australia, Indonesia, dan Filipina kaya akan sumber daya litium dan nikel.
Qingdao, China, 3 Juli (Xinhua) – Forum Tingkat Tinggi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) 2023 ditutup pada Jumat (30/6) di Qingdao, China timur, menyoroti RCEP sebagai zona perdagangan bebas dengan populasi terbesar, skala ekonomi dan perdagangan terbesar, dan potensi pembangunan terbesar di dunia, yang menjadi "peluang baru" bagi ekonomi digital dan ekonomi hijau di Asia-Pasifik.Seperti diketahui, negara-negara anggota RCEP kaya akan sumber daya mineral. Australia, Indonesia, dan Filipina kaya akan sumber daya litium dan nikel. Selain energi fosil tradisional, negara-negara Asia Tenggara juga memiliki energi terbarukan yang melimpah, seperti sinar matahari, termasuk energi angin, yang merupakan keunggulan geografis unik untuk penyimpanan energi fotovoltaik.Shanghai Tianyong Intelligent Group Ltd. adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur energi baru di China. Guo Xiangyang, CEO perusahaan tersebut, mengatakan bahwa Indonesia memiliki sumber daya litium yang sangat besar, dan kemampuannya untuk menyediakan nikel tingkat baterai masih dalam tahap awal, serta diperlukan peralatan tambahan untuk pemrosesan mendalam menjadi bahan tingkat baterai.Sejak 2020, pemerintah Indonesia telah memperkenalkan beberapa langkah dan undang-undang untuk membatasi ekspor bijih nikel guna mengembangkan industri energi baru dan bisnis lini produksi di negeri sendiri yang berdasarkan baterai listrik dan baterai penyimpanan energi.
Guo Xiangyang, CEO Shanghai Tianyong Intelligent Group Ltd., berbicara di Forum Tingkat Tinggi RCEP 2023 yang digelar di Kota Qingdao, China timur, pada 30 Juni 2023. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Biden peringatkan konsekuensi buruk jika terjadi gagal bayar utang
Indonesia
•
12 May 2023

PDB Taiwan tumbuh, peluang kerja sama dengan Indonesia meningkat di tengah pandemik
Indonesia
•
27 Aug 2020

Ekspor produk kesehatan Indonesia ke Myanmar meningkat
Indonesia
•
11 Nov 2019

IMF turunkan proyeksi pertumbuhan global 2023 jadi 2,7 persen
Indonesia
•
13 Oct 2022


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
