Museum peradaban Islam terbesar dibangun di Jakarta

Museum peradaban Islam terbesar dibangun di Jakarta
Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa (kanan), dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sekaligus Wakil Ketua DMI, Syafruddin (kiri) pada acara penandatanganan dokumen perjanjian pembangunan museum sejarah dan peradaban Islam, di Jeddah. (Saudi Press Agency/SPA)

Jakarta (Indonesia Window) – Liga Muslim Dunia (MWL) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) bekerjasama untuk membangun museum sejarah dan peradaban Islam terbesar di dunia.

Museum yang akan didirikan di Jakarta itu diharapkan menarik empat juta pengunjung per tahun, ungkap Kantor Berita Arab Saudi (SPA) yang dikutip di Jakarta, Kamis.

Sekretaris Jenderal MWL Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sekaligus Wakil Ketua DMI, Syafruddin, menandatangani dokumen perjanjian di Jeddah guna menandai peluncuran proyek tersebut.

Museum ini akan menjadi cabang dari kantor pusatnya yang terletak di Madinah, yang diresmikan pada bulan Ramadhan 1440 Hijriah/ 2019 dengan dukungan dari Gubernur Madinah Pangeran Faisal bin Salman.

Museum pusat di Madinah itu mendapat pengakuan internasional dengan MWL menerima permintaan dari 24 negara, termasuk Indonesia, untuk mendirikan cabangnya.

Dengan menggunakan teknologi presentasi terbaru, museum di Indonesia akan menampilkan biografi Nabi Muhammad ﷺ dan peradaban Islam.

Sebagai cabang pertama dari inisiatif global, museum di Jakarta akan menggelar berbagai acara termasuk diskusi, seminar pelatihan, konferensi dan forum.

Museum tersebut akan dibangun di lahan seluas lebih dari 100.000 meter persegi di pinggiran Jakarta, dilengkapi ruang konferensi dan restoran yang menjual makanan halal.

Pembangunan museum akan dimulai beberapa bulan ke depan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here