Myanmar targetkan 1,6 juta hektare perkebunan bunga matahari untuk penuhi konsumsi minyak domestik

Sebagian besar pohon bunga matahari di Myanmar ditanam di wilayah Mandalay, Magway, Sagaing, dan Ayeyarwaddy, serta Negara Bagian Shan. (Xinhua)

Minyak bunga matahari adalah salah satu minyak goreng utama di pasar domestik Myanmar, dengan sekitar 437.000 hektare pohon tanaman ini telah ditanam di seluruh negeri pada musim monsun dan musim dingin lalu.

 

Yangon, Myanmar (Xinhua) – Myanmar menargetkan untuk memperluas perkebunan bunga matahari (sunflower) hingga 1,6 juta hektare di seluruh penjuru negeri guna memenuhi konsumsi minyak dalam negeri, kata Direktur Jenderal Departemen Pertanian Myanmar Ye Tint Tun kepada Xinhua pada Kamis (23/3).

Minyak bunga matahari adalah salah satu minyak goreng utama di pasar domestik. Minyak goreng utama di Myanmar berasal dari kacang tanah, biji wijen, dan sunflower seeds. Meskipun departemen tersebut menargetkan untuk menanam sekitar 607.000 hektare perkebunan bunga matahari, baru sekitar 437.000 hektare yang sudah ditanami pada tahun fiskal 2022-2023, menurut pejabat itu.

“Kami sudah menanam sekitar 437.000 hektare pohon bunga matahari di seluruh negeri pada musim monsun dan musim dingin lalu, dan kami menargetkan untuk menambah lebih banyak perkebunan bunga matahari hingga 1,6 juta hektare secara bertahap,” kata pejabat tersebut.

Departemen pemerintah itu menanam pohon bunga matahari sebagian besar di wilayah Mandalay, Magway, Sagaing, dan Ayeyarwaddy, serta Negara Bagian Shan.

“Harga minyak domestik bagus di pasar tahun ini, jadi kami berharap petani akan tertarik menanam lebih banyak pohon bunga matahari pada tahun fiskal mendatang,” imbuh Ye Tint Tun.

Myanmar membudidayakan lebih dari 3,2 juta hektare tanaman minyak yang dapat dikonsumsi setiap tahun, sementara pabrik-pabrik minyak menghasilkan sekitar 300.000 ton minyak yang dapat dikonsumsi per tahun, menurut surat kabar yang dikelola negara, Global New Light of Myanmar, tahun lalu.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan