Minimarket dalam denyut kehidupan orang Taiwan

Pengunjung dapat memilih beragam makanan siap saji di minimarket Taiwan. (Ethan Tsai)
Dengan tersedianya menu makanan dan minuman, di samping kebutuhan rumah tangga lainnya, minimarket di Taiwan menyediakan meja dan kursi makan yang memungkinkan pengunjung duduk dan menikmati hidangan selama 24 jam. (Stanley)

Jakarta (Indonesia Window) – Bagi masyarakat Taiwan, minimarket bukan sekadar tempat membeli barang sehari-hari, melainkan telah menjadi bagian dari denyut kehidupan mereka karena hampir seluruh kebutuhan hidup diperoleh dari toko-toko kelontong tersebut.

Makanya, kepadatan minimarket di Pulau Formosa termasuk yang paling tinggi di dunia.

Data dari Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) yang diterima di Jakarta, Jumat, menyebutkan bahwa ada 11.429 minimarket di Taiwan.

Jumlah tersebut berada di urutan kedua di dunia, setelah Korea Selatan, dan akan terus bertambah setiap tahun.

Saking banyaknya minimarket di pulau seluas 36.193 kilometer persegi itu, minimarket dapat dijumpai mana saja, mulai dari sepanjang jalan dan gang-gang di kota-kota besar hingga di pedesaan yang berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut.

Para pemiliki minimarket dengan nama berbeda pun tak segan berdampingan satu sama lain.

Karenanya, setiap minimarket punya cara tersendiri dalam memikat masyarakat untuk berbelanja di tempat mereka. Hal ini tak terlalu sulit karena orang-orang Taiwan sangat menyukai minimarket.

Pernyataan dari TETO menyebutkan bahwa minimarket di Pulau Formosa memiliki lingkungan belanja yang bersih dan cerah, sehingga para konsumen langsung merasa nyaman mulai saat mereka masuk ke toko.

Meskipun minimarket “hanyalah” toko yang berukuran relatif kecil, jenis barang di sini cukup lengkap dan berganti dengan cepat guna memenuhi karakteristik orang Taiwan yang menginginkan inovasi dan perubahan.

Meriah

Area minuman dingin di minimarket hampir setiap bulan memiliki produk baru di rak. Orang Taiwan bahkan bisa berkunjung ke minimarket hanya untuk mencoba minuman atau makanan ringan yang baru.

Selain makanan dan minuman, minimarket juga menjual produk kebersihan, alat tulis, obat-obatan ringan, mainan, koran, majalah, dan sebagainya.

Jika tak ada permintaan akan merek khusus, minimarket Taiwan sudah dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat setempat.

Dalam rangka menarik minat masyarakat, minimarket Taiwan menggabungkan festival dan pedagang terkenal untuk meluncurkan produk khusus, seperti hidangan restoran bintang lima saat Tahun Baru Imlek, kado coklat di Hari Valentine, bakcang (kudapan nasi berisi daging yang dibungkus dengan daun berbentuk limas. Di Indonesia dikenal sebagai bacang) di Festival Perahu Naga, dan kotak kue bulan di Festival Pertengahan Musim Gugur.

Bagian dalam dan luar toko juga sering dihias sesuai festival yang tengah berlangsung supaya konsumen ikut merasakan kemeriahan acara tersebut.

Minimarket Taiwan juga mahir dalam menyediakan produk makanan siap saji.

Biasanya di setiap minimarket selalu tersedia hotpot atau panci panas berisi telur teh dan mesin panggang untuk memanaskan hot dog, ubi panggang, aneka macam oden (makanan berkuah berisi telur, ikan, tofu, dan lainnya), dan semua jenis bakpao.

Minimarket Taiwan juga menawarkan ragam bento (hidangan khas Jepang berisi nasi dan lauk pauk), nasi ayam, spaghetti, dan bakmi sapi yang hanya butuh dipanaskan dalam microwave selama beberapa menit sebelum siap disantap sebagai menu sarapan, makan siang atau makan malam.

Dengan tersedianya menu makanan dan minuman, di samping kebutuhan rumah tangga lainnya, minimarket di Taiwan menyediakan meja dan kursi makan yang memungkinkan pengunjung duduk dan menikmati hidangan selama 24 jam.

Untuk menarik konsumen berkunjung ke minimarket mereka, para pebisnis Taiwan menawarkan berbagai promosi.

Di musim panas misalnya, pengunjung dapat membeli minuman kedua hanya dengan 1 dolar Taiwan (sekitar 500 rupiah), atau membeli dua kaleng minuman dan mengambil undian di kasir yang berhadiah potongan harga sebesar 20 persen hingga 90 persen dari total pembayaran.

Minimarket juga meluncurkan tema produk edisi terbatas, seperti es krim kerucut rasa susu segar Hokkaido dan rasa matcha Shizuoka dalam jumlah terbatas sehingga membuat panjang antrean pembeli.

Hadiah gratis berdasarkan akumulasi poin belanja juga da di minimarket Taiwan.

Misalnya, untuk setiap belanja 40 dolar Taiwan (sekira 20.000 rupiah) pembeli mendapatkan stiker senilai satu poin. Poin yang terkumpul dalam jumlah tertentu dapat ditukar dengan miniatur mobil balap, mug, tas bergambar karakter kartun populer.

Banyak orangtua atau kakek-nenek menjadi pelanggan setia minimarket hanya untuk membantu anak dan cucu mereka mengumpulkan poin dan mendapatkan hadiah.

Minimarket dalam denyut kehidupan orang Taiwan
Minimarket Taiwan juga menawarkan ragam bento (hidangan khas Jepang berisi nasi dan lauk pauk), nasi ayam, spaghetti, dan bakmi sapi yang hanya butuh dipanaskan dalam microwave selama beberapa menit sebelum siap disantap sebagai menu sarapan, makan siang atau makan malam. (Ethan Tsai)

Layanan

Selain barang, minimarket Taiwan juga menyediakan jasa layanan pengiriman paket dari penjual ke pembeli agar mereka dapat mengatur waktu yang paling nyaman untuk mengambil kiriman tersebut.

Minimarket Taiwan juga menyiapkan layanan di luar produk yang umum, seperti area kecantikan, gymnasium, area roti yang dipanggang langsung di tempat, dan toko buku.

Bahkan, ada minimarket yang memiliki area membaca untuk anak dengan karyawan minimarket yang menceritakan kisah-kisah kepada anak-anak dari para pelanggan.

Di masa pandemik COVID-19, minimarket semakin lekat dalam kehidupan masyarakat Taiwan, karena mereka dapat membeli masker kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah di toko-toko tersebut.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here