Mesir temukan sisa kuil berusia 2.500 tahun di Oasis Bahariya

Gambar udara Oasis Bahariya di Mesir. (NASA)

Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Mesir pada Jumat (19/6) mengumumkan penemuan arkeologi besar di Kuil Al-Qasr Al-Qadim (Istana Tua) di Oasis Bahariya, yang terletak di Gurun Barat negara itu. Penemuan tersebut mengungkap sejumlah elemen arsitektur penting yang berasal dari sekitar 2.500 tahun lalu, tepatnya pada masa Dinasti ke-26 (664-525 SM).

Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Mesir dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa misi arkeologi Mesir dari Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir (Supreme Council of Antiquities/SCA) menemukan sisa-sisa sebuah ruangan berbahan batu pasir, balok-balok batu bertulis yang memuat nama dan gelar Raja Psamtik I, serta berbagai artefak lainnya.

Temuan tersebut memberikan bukti baru mengenai pentingnya situs itu dari sisi sejarah dan keagamaan, sekaligus menegaskan perannya sebagai pusat administrasi utama di berbagai era, kata Sekretaris Jenderal SCA, Hisham Elleithy.

Kepala Sektor Kepurbakalaan Mesir SCA, Mohamed Abdel-Badie, mengatakan bahwa tim arkeologi juga menemukan aula hipostil utama kuil yang ditopang 16 kolom batu pasir, sejumlah ruangan dan tempat suci di sekitarnya, serta teks hieroglif yang memuat nama-nama dewa seperti Amun-Ra, Amunet, dan Khonsu.

Pembangunan aula tersebut dimulai pada masa pemerintahan Raja Psamtik I dan diselesaikan pada masa pemerintahan Raja Wahibre (Apries) dan Ahmose II (Amasis), kata Abdel-Badie.

Dia menambahkan bahwa tim arkeologi juga menemukan sebuah stela batu yang berasal dari masa pemerintahan Raja Amenhotep II dari Dinasti ke-18. Temuan tersebut menegaskan hubungan Oasis Bahariya dengan negara Mesir sejak era Kerajaan Baru.

Selain itu, ditemukan pula artefak dari masa Raja Ramesses II yang mengindikasikan adanya aktivitas keagamaan dan perkotaan di kawasan tersebut jauh sebelum Dinasti ke-26.

Laporan: Redaksi

 

Bagikan

Komentar

Berita Terkait