Menyambut kebangkitan ‘specialty coffee’ Indonesia

Menyambut kebangkitan ‘specialty coffee’ Indonesia
Pada webinar tanggal 22 Desember 2022, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Mahendra Siregar, mengajak para pelaku industri kopi nasional untuk memanfaatkan situasi saat ini dengan berinovasi dan menciptakan nilai tambah dengan menerapkan teknologi, mempertahankan keberlanjutan (sustainability), dan memperhatikan ketertelusuran (traceability). (Kementerian Luar Negeri RI)

Tahun 2021 hanya tinggal menghitung gerak jam.

Semua orang, dari petani kopi hingga pembeli dalam negeri, bahkan konsumen di luar negeri, pasti akan membandingkan kepuasan mereka terhadap kopi di tahun ‘pandemik’ saat ini dengan harapan mereka di tahun depan.

Menarik untuk mengamati laporan dari Organisasi Kopi Internasional (ICO) yang dikeluarkan pada Oktober 2020.

Laporan itu menyebutkan Indonesia merupakan satu-satunya negara pengekspor kopi yang mengalami peningkatan ekspor yang signifikan selama satu tahun terakhir, sebesar 21,8 persen.

Jumlah kopi yang terjual tahun lalu mencapai 5,7 juta karung (1 karung berisi 60 kilogram). Tahun ini diperkirakan jumlahnya mencapai 6,9 juta karung.

Laporan ICO tersebut melorotkan peringkat ekspor kopi Brasil yang jatuh hingga -2,3 persen.

Pesaing Indonesia lainnya, Vietnam dan Kolombia, juga turun masing-masing -3 persen dan -8,7 persen.

Meski kopi Indonesia perlu disortir terlebih dahulu, apakah itu kopi spesialti (specialty coffee) atau kopi komersial, termasuk kopi three in one (campuran kopi, susu, dan gula), peningkatan ekspor sebesar 21,8 persen itu nyata.

ICO menganalisa bahwa pertumbuhan produksi kopi Indonesia disebabkan oleh gencarnya promosi online dan pengawasan yang semakin ketat dalam keterlacakan (traceability).

Peluang ekspor

Meski di antara 270 juta penduduk Indonesian juga merupakan konsumen kopi, sekitar 60-70 persen produksi biji kopi dari tanah air diekspor ke pasar global.

Artinya, masih ada ruang kapasitas yang besar untuk mengekspor kopi, walau konsumsi kopi dalam negeri juga tinggi.

Sebagai negara penghasil kopi terbesar ke-4 di dunia, produk kopi spesialti Indonesia di luar negeri dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

Pada tahun 2021, peluang ekspor kopi Indonesia, khususnya kopi spesialti, terbuka lebar. Pasalnya, cita rasa kopi spesialti Indonesia terbilang luar biasa, dan mampu memenuhi tren gaya hidup menyesap kopi berkualitas tinggi ini di berbagai negara.

Special

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jenis kopi terbanyak dari segi asal geografi, atau bisa disebut dengan single origin.

Jenis kopi single origin Indonesia sangat beragam, seperti yang berasal dari Sumatera, Jawa, Bali, Flores, dan Papua. Setiap jenis kopi tersebut memiliki cita rasa yang khas dan unik.

Kajian yang dilakukan oleh Tim Percepatan dan Pemulihan Ekonomi (TPPE) Kementerian Luar Negeri pada Desember 2020 menunjukkan bahwa dari Mei hingga September 2020 telah terjadi peningkatan ekspor kopi Indonesia yang cukup signifikan.

Data tersebut sesuai dengan statistik yang dihimpun oleh ICO edisi Oktober 2020, yang selalu menjadi acuan Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia dalam merencanakan strategi pemasaran kopi, baik di dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, tahun 2020 telah memberikan banyak pelajaran bagi para pebisnis kopi dan pemerintah Indonesia.

Selama September hingga 22 Desember 2020, Kementerian Luar Negeri RI bersama sejumlah Kedutaan Besar RI di seluruh dunia menyelenggarakan webinar mengenai kopi Indonesia, yang di antaranya meliputi produksi, pemasaran, dan konsumsi.

Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang berpartisipasi dalam program dalam jaringan (daring) tersebut adalah Kedutaan Besar Republik Indonesia di Stockholm (Swedia), Berlin (Jerman), Washington DC (Amerika Serikat), Oslo (Norwegia), Kopenhagen (Denmark), Helsinki (Swiss), serta Konsular Jenderal RI di Hamburg dan Frankfurt (Jerman), Vancouver (Canada), serta Chicago, New York, San Francisco, Los Angeles dan Houston (Amerika Serikat).

Pada webinar tanggal 22 Desember 2022, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Mahendra Siregar, mengajak para pelaku industri kopi nasional untuk memanfaatkan situasi saat ini dengan berinovasi dan menciptakan nilai tambah dengan menerapkan teknologi, mempertahankan keberlanjutan (sustainability), dan memperhatikan ketertelusuran (traceability).

Selain itu, pelaku industri kopi nasional juga diharapkan dapat memperluas pasar ekspor, terutama untuk produk kopi spesialti.

Menjalin kerja sama yang erat dengan lembaga dan departemen terkait, aktif menyelenggarakan promosi di luar negeri, dan berkolaborasi dengan diaspora Indonesia akan menjadi kegiatan utama Kementerian Luar Negeri RI dan Perwakilan Indonesia di luar negeri.

Pada pertemuan-pertemuan bisnis virtual berikutnya, para pelaku industri kopi nasional tidak hanya berkesempatan untuk mengenal lebih dalam lagi tentang karakteristik pasar kopi di Amerika Utara dan Jerman, namun juga dapat langsung melakukan pembicaraan bisnis dengan importir potensial guna menciptakan link and match antara produsen dan konsumen.

Para pengusaha Indonesia juga harus memahami persyaratan mengenai admnistrasi, cukai, serta kualitas dan kuantitas produk dan hal-hal lainnya, yang ditetapkan oleh negara tujuan ekspor.

Saluran-saluran baru untuk menjual kopi, misalnya melalui e-commerce, serta berpartisipasi dalam lomba dan pameran inovasi teknologi produksi kopi juga harus digalakkan oleh para pengusaha tanah air.

Dengan sasaran yang terarah, tepat, dan strategis, upaya peningkatan ekspor kopi diharapkan dapat segera membuahkan hasil yang optimal.

Semoga 2021 menjadi tahun kebangkitan kopi khas Indonesia.

Penulis: Bagas Hapsoro [Mantan Duta Besar RI untuk Swedia dan Latvia (2016-2020)]

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here