Menguatkan kehadiran kopi spesialti Indonesia di Nordik

Menguatkan kehadiran kopi spesialti Indonesia di Nordik
Ilustrasi. Beberapa kopi spesialti Indonesia yang sudah terkenal di dunia adalah Aceh Gayo, Kerinci, Jambi, Java Preanger, Bali Kintamani, Toraja, Flores Bajawa, dan Papua Wamena. Nama-nama tersebut diambil berdasarkan letak geografi di mana biji kopi berasal. (Mark Daynes on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Orang-orang Skandinavia adalah diantara konsumen kopi terbesar di dunia.

Statista Outlook 2020 mencatat rata-rata konsumsi kopi satu orang per tahun di Finlandia sebanyak 12 kilogram, Norwegia 9,9 kilogram, Islandia 9 kilogram, Denmark 8,7 kilogram, dan Swedia 8,2 kilogram.

Sebagai kopi yang dihasilkan oleh salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, kopi khas Indonesia ternyata belum banyak ditemukan di kawasan Nordik yang meliputi Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Islandia, serta Kepulauan Faroe, Greenland, dan Åland.

Kementerian Luar Negeri Indonesia membahas hal tersebut dalam webinar bertajuk Kopi Khas Indonesia – Nordik yang diadakan pada 13 Oktober 2020.

Duta Besar Prayono Atiyanto membuka webinar itu, yang dihadiri oleh sejumlah pengusaha dan peminat kopi, serta barista dari Indonesia dan mitra mereka dari negara-negara Nordik.

“Tema kopi specialty ini sengaja kami ambil dengan tujuan menemukan titik temu dan mengeksplorasi cara-cara inovatif untuk meningkatkan ekspor kopi kita ke Eropa,” kata Prayono dalam kata sambutannya.

Sementara itu, Andre Nilsson dari Business Sweden mengatakan, kopi Indonesia memiliki keunikan tersendiri.

Belakangan ini, biji kopi Toraja dan Aceh Gayo semakin banyak beredar di pasar kopi Swedia, imbuhnya, seraya berharap kedai kopi di negaranya bisa menjajaki dan memasarkan kopi arabika dari daerah lain di Indonesia.

Lebih lanjut Nilsson menekankan bahwa kampanye yang sistematis dan terukur akan membuat masyarakat Swedia lebih mengenal kopi Indonesia.

“Edukasi masyarakat tentang kopi sangat penting, terutama penjelasan tentang asal muasal kopi yang ditanam berdasarkan pelestarian lingkungan,” tuturnya.

Sementara itu, pengusaha dari Norwegia, Alf Kramer, menjelaskan meski Indonesia dikenal dengan keragaman dan kekokohan kopinya, jenis arabika dari tanah air lebih banyak diminati oleh penggemar kopi Eropa.

Kramer juga menyarankan agar promosi dan pemasaran kopi spesialti Indonesia dilakukan lebih luas dan informatif.

“Orang Eropa sangat kritis terhadap informasi,” katanya.

Mengenai kopi arabika dari Indonesia, importir kacang hijau dari Denmark, Regnar Kragh, menyayangkan masih belum stabilnya kontuinitas pasokan produk ini.

“Sekitar 80 persen produksi kopi Indonesia masih dikuasai jenis robusta,” kata Kragh.

Kopi spesialti adalah kopi dengan kualitas tertinggi, yang berasal dari jenis kopi atau perkebunan kopi tunggal.

Beberapa kopi spesialti (specialty) Indonesia yang sudah terkenal di dunia adalah Aceh Gayo, Kerinci, Jambi, Java Preanger, Bali Kintamani, Toraja, Flores Bajawa, dan Papua Wamena.

Nama-nama tersebut diambil berdasarkan letak geografi di mana biji kopi berasal.

Penulis: Bagas Hapsoro [Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Swedia merangkap Republik Latvia (2016-2020)]

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here