
‘Megafactory’ baterai Tesla di Shanghai resmi beroperasi

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 15 Desember 2024 ini menunjukkan pemandangan 'Megafactory' Tesla di Shanghai, China timur. (Xinhua)
Megafactory baru milik produsen mobil Amerika Serikat, Tesla, di Shanghai, yang didedikasikan untuk memproduksi baterai penyimpanan energi atau dikenal sebagai Megapack, memulai produksinya.
Shanghai, China (Xinhua/Indonesia Window) – Megafactory baru milik produsen mobil Amerika Serikat, Tesla, di Shanghai, yang didedikasikan untuk memproduksi baterai penyimpanan energi atau dikenal sebagai Megapack, memulai produksinya pada Selasa (11/2), menandai ekspansi yang signifikan dalam kehadiran perusahaan itu di China.Dengan kapasitas produksi tahunan awal sebanyak 10.000 unit, atau sekitar 40 gigawatt-jam penyimpanan energi, Megafactory itu akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap target penyimpanan energi global Tesla. Perusahaan itu memprediksi peningkatan penggunaan penyimpanan energi sebesar 50 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2025.Menempati area seluas sekitar 200.000 meter persegi, pabrik baru di Shanghai tersebut melibatkan total investasi sekitar 1,45 miliar yuan atau sekitar 202 juta dolar AS, menurut administrasi Kawasan Khusus Lin-gang di Zona Perdagangan Bebas Percontohan (Shanghai) China, lokasi fasilitas Tesla itu berada.Menariknya, produksi massal di pabrik itu dimulai hanya delapan bulan setelah konstruksi dimulai, menjadi contoh baru dari "kecepatan Tesla" di China. Sebelumnya, Gigafactory Shanghai, pabrik pertama Tesla di pusat keuangan di China timur itu, dibangun dan diresmikan dalam waktu satu tahun pada 2019."Sekali lagi, kita menyaksikan kecepatan yang luar biasa dari Shanghai dan Tesla. Saya merasa antusias karena (pengoperasian) pabrik ini akan mengawali tahun yang menarik bagi Tesla," ujar Wakil Presiden Tesla Mike Snyder, dalam upacara peluncuran pabrik itu pada Selasa. Dia juga menyatakan keyakinannya bahwa pabrik baru itu akan menjadi fondasi penting bagi jaringan produksi global Tesla.*1 yuan = 2.237 rupiah**1 dolar AS = 16.350 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru jangkau 490 pelabuhan di 120 negara
Indonesia
•
22 Jan 2024

Harga batu bara acuan 115,35 dolar AS per ton pada Juli, tertinggi dalam satu dekade terakhir
Indonesia
•
07 Jul 2021

China Energy laporkan rekor produksi listrik untuk H1 2023
Indonesia
•
26 Jul 2023

Inflasi Inggris naik 2,3 persen pada Oktober 2024
Indonesia
•
22 Nov 2024


Berita Terbaru

AS terapkan tarif ‘drone’ hingga 100 persen, keamanan nasional jadi alasan
Indonesia
•
15 Aug 2026

Fokus Berita – Dari langit biru Beijing hingga Afrika: Bagaimana China mengubah janji menjadi aksi
Indonesia
•
14 Aug 2026

OPEC ubah ramalan minyak dunia: 2026 melambat, 2027 justru melonjak
Indonesia
•
13 Aug 2026

Fokus Berita – 17,9 kuadriliun rupiah investasi dan 500.000 lapangan kerja: Jejak besar BRI China di dunia
Indonesia
•
13 Aug 2026
