Masyarakat Eropa peminum kopi terbanyak dunia

Masyarakat Eropa peminum kopi terbanyak dunia
Ilustrasi. Orang Finlandia rata-rata minum 12 kilogram kopi setahun, dan merupakan yang tertinggi di dunia. (旭刚 史 from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Minuman kopi pertama kali ditemukan oleh para penggembala kambing Yaman pada abad ke-15.

Sementara itu, Brazil, Vietnam, Kolombia dan Indonesia adalah empat besar produsen kopi dunia.

Namun, negara-negara tersebut bukanlah kosumen kopi tertinggi di dunia.

Berikut ini adalah negara-negara dengan konsumsi kopi terbanyak per kapita di dunia, yang didominasi oleh masyarakat Eropa Barat.

1 – Finlandia: 12 kilogram per kapita

Jumlah 12 kilogram per kapita mungkin termasuk yang terendah untuk sebagian besar orang Finlandia. Jika perhitungan ini tidak memasukkan anak-anak, maka rata-rata nasional akan naik lebih tinggi.

Orang Finlandia biasanya minum kopi, yang disebut khavi, sepanjang hari. Kopi selalu tersedia di setiap acara khusus bersama sajian prasmanan lainnya.

Kopi yang paling populer di Finlandia adalah yang sangat ringan, jauh lebih ringan dari pada di tempat lain di dunia.

Cara tradisional Finlandia dalam menyeduh kopi seperti kopi Turki, di mana air dan bubuk kopi didihkan berulang kali.

Jika bertamu ke rumah orang Finlandia, bersiaplah untuk menyesap secangkir kopi panas. Tapi jangan minta kopi tanpa kafein, karena hampir tidak ada di negara Nordik ini.

2 – Norwegia: 10 kilogram per kapita

Seperti kebanyakan negara Eropa, kopi di Norwegia pertama kali dipopulerkan di kalangan orang kaya pada awal abad ke-18.

Kopinya orang Norwegia yang disebut kaffe biasanya disajikan asli (kopi hitam) saat sarapan, dan dengan makanan penutup setelah makan malam.

Orang Norwegia juga biasa mengundang orang-orang khusus untuk minum kopi, yang disajikan dengan kue kering.

Sekitar 80 persen dari sekitar lima juta orang di negara ini minum kopi. Banyak yang minum kopi empat sampai lima cangkir dalam sehari.

Jika sempat main-main ke pedesaan Norwegia, jangan lupa untuk mencoba karsk, yakni koktail yang dibuat dengan kopi yang diseduh dengan kopi yang dimasak ringan, gula, dan minuman beralkohol.

3 – Islandia: 9 kilogram per kapita

Di ibu kota Reykjavik, tidak ada kopi seperti yang dijual di Starbucks. Namun, ada banyak kedai kopi kecil yang tersebar di seluruh kota, yang lokasinya berdekatan satu sama lain.

Islandia sering mengadakan kompetisi yang mempertemukan barista melawan pemanggang roti, untuk menemukan minuman berkualitas tertinggi di negara itu.

4 – Denmark: 8.7 kilogram per kapita

Penduduk kerajaan menyesap sekitar 1,46 cangkir kopi per hari.

Seperti orang Skandinavia lainnya, kopi di Denmark secara tradisional disajikan setiap kali makan dan menjadi fokus utama selama acara-acara khusus, bersama dengan sajian kue-kue khas negara itu.

5 – Belanda: 8,4 kilogram per kapita

Pada tahun 1616, Belanda adalah orang Eropa pertama yang memperoleh pohon kopi hidup yang dibawa dari Mocha, Yaman, oleh Pieter van den Broecke.

Biji dari semak kopi itu kemudian digunakan untuk menanam kopi Belanda.

Saat ini, kedai kopi di Amsterdam terkenal karena menyajikan kopi bersama dengan barang khusus lainnya, yaitu mariyuana.

Orang Belanda rata-rata minum 2,4 cangkir per hari.

Kopi disajikan di rumah untuk koffietijd (Waktu Kopi), yang disajikan bersama kue dan hidangan lainnya.

Menariknya, budaya kopi di Belanda terbagi antara wilayah baguan utara dan selatan menurut garis agama.

Wilayah utara dihuni oleh Protestan yang lebih suka menyajikan kopi dengan hanya satu kue, karena dipandang sebagai sikap kesopanan. Sementara di selatan, yang dihuni oleh Katolik Roma, koffietijd biasanya menghadirkan vlaai atau kue manis yang cukup besar.

6 – Swedia: 8.2 kilogram per kapita

Di Swedia, ada konsep yang dikenal sebagai fika, yang artinya minum kopi.

Fika selalu disandingkan dengan kue-kue.

Apa pun acaranya, baik istirahat di sela-sela jam kerja atau pertemuan khusus, selama ada kopi yang disajikan, maka momen itu adalah fika.

Karena minum kopi telah menjadi gaya hidup orang Swedia, kedai kopi independen dan waralaba banyak ditemukan di kota-kota besar seperti ibu kota Stockholm.

7 – Swiss: 7.9 kilogram per kapita

Minum kopi adalah kegiatan sosial di Swiss.

Minuman berbasis espresso sangat populer di negara Eropa tengah ini, termasuk caffè crema, sejenis minuman espresso yang mirip dengan Americano yang konon berasal dari Swiss dekat perbatasan Italia.

Orang Swiss rata-rata minum tiga cangkir kopi sehari.

Kopi bisa menjadi hiburan yang mahal, karena secangkir kopi di kafe bisa mencapai 4,64 dolar AS (sekira 68.300 rupiah).

8 – Belgia: 6.8 kilogram per kapita

Sebagai bekas kekuatan kolonial di Afrika, Belgia mampu memenuhi permintaan kopi dengan menumbuhkan tanaman itu di Kongo dan Rwanda.

9 – Luksemburg: 6.5 kilogram per kapita

Luksemburg negara kecil, tetapi kecintaannya pada kopi sangat besar.

Di ibu kota Luxembourg, terdapat banyak kedai kopi yang menyajikan kopi tetes filter murni.

Beberapa minuman espresso unik di Luksemburg termasuk lait Russe, atau Susu Rusia, yang pada dasarnya adalah latte, atau café gourmand, sejenis minuman espresso yang berasal dari Perancis disajikan dengan pencuci mulut.

10 – Kanada: 6.5 kilogram per kapita

Kanada adalah satu-satunya negara non-Eropa yang masuk dalam daftar sepuluh konsumen kopi teratas dunia.

Minuman ini sangat populer di negara berpenduduk 37 juta itu sehingga Asosiasi Kopi Kanada menyebutnya sebagai minuman yang paling banyak dikonsumsi orang dewasa di negara tersebut.

Terlepas dari prevalensi kedai kopi di Kanada, banyak orang Kanada lebih suka minum kopi di rumah.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here