Masjidil Haram dibuka bagi 600.000 jamaah sholat, 250.000 jamaah umroh

Masjidil Haram dibuka bagi 600.000 jamaah sholat, 250.000 jamaah umroh
Lebih dari 600.000 orang menunaikan sholat subuh berjamaah di Masjidil Haram, Makkah dan 250.000 orang lainnya menunaikan umroh pada Ahad (18/10/2020), menandakan dimulainya tahap kedua pembukaan umroh yang akan berakhir pada 31 Oktober. (Kantor Berita Arab Saudi-SPA)

Jakarta (Indonesia Window) – Lebih dari 600.000 orang menunaikan sholat subuh berjamaah di Masjidil Haram, Makkah dan 250.000 orang lainnya menunaikan umroh pada Ahad (18/10), menandakan dimulainya tahap kedua pembukaan umroh yang akan berakhir pada 31 Oktober.

Jumlah tersebut mewakili 75 persen dari kapasitas Masjidil Haram, menurut Kantor Berita Arab Saudi (SPA).

Kementerian Haji dan Umroh Kerajaan bekerja sama dengan pihak berwenang terkait berupaya meningkatkan pelayanan umroh dengan standar kualitas tertinggi, sembari memastikan seluruh tindakan dan protokol pencegahan penyebaran virus corona diterapkan oleh para jamaah dan petugas.

Tahap kedua memungkinkan jamaah memperoleh izin untuk melakukan ritual umroh; menunaikan sholat di Raudhoh (area antara makam Nabi Muhammad ﷺ dan mimbarnya) di Masjid Nabawi Madinah; dan melakukan sholat di dalam Masjid Nabawi.

Menurut rencana eksekutif yang dibuat oleh instansi pemerintah kerajaan, tahap kedua dimulainya kembali umroh dan kunjungan ke Dua Masjid Suci akan menyambut 15.000 jamaah umroh dan 40.000 jamaah per hari.

Setiap kelompok akan diberikan waktu tiga jam saja untuk menyelesaikan ibadah umroh.

Sebelumnya, seorang juru bicara Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram mengatakan para jamaah harus mematuhi jadwal yang diberikan kepada mereka dan harus menjaga tenggat waktu untuk masuk dan keluar Masjidil Haram.

“Jamaah harus menjaga jarak fisik satu setengah meter dari satu sama lain, memakai masker kesehatan, membersihkan tangan secara teratur dan bekerja sama dengan pegawai kepresidenan dan pihak berwenang yang bekerja untuk melayani mereka,” katanya.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here