Mahathir: Muslim harus guna kekuatan, sadari kelemahan

Mahathir: Muslim harus guna kekuatan, sadari kelemahan
Sebuah bangunan di Kota Gaza, Palestina runtuh setelah terkena serangan roket Israel. (tangkapan layar BBC)

Jakarta (Indonesia Window) – Negara Muslim harus menggunakan kekuatan mereka dan menyadari kelemahan mereka dalam merumuskan strategi melawan penindasan Israel di Palestina, kata mantan perdana menteri Malaysia Dr. Mahathir Mohamad.

Berbicara melalui panggilan Skype pada program ‘Dialog Tiga Penjuru’ yang disiarkan oleh Astro Awani, dia mengatakan negara-negara Muslim perlu menyadari bahwa mereka tidak memiliki kekuatan militer untuk menghadapi Israel.

“Apa yang kami (negara Muslim) miliki adalah kekuatan finansial. Negara Muslim mengontrol minyak. Pasokan minyak dunia. Jadi lawan (Israel) menggunakan apa yang tersedia (untuk kita). Jangan membuat lebih banyak musuh dengan meledakkan bom di negara-negara Eropa. Itu membuat orang marah,” katanya, dalam laporan Kantor Berita Bernama.

Mahathir mengatakan umat Islam harus berhenti berpikir untuk membalas dendam atas tindakan Israel terhadap rakyat Palestina, tetapi sebaliknya menggunakan bahan mentah yang mereka miliki untuk menekan Israel.

Dia menambahkan bahwa Israel akan menaklukkan seluruh Palestina dan tidak peduli dengan apa yang dunia pikirkan karena dilindungi oleh negara adidaya.

Utusan Khusus Perdana Menteri untuk Timur Tengah Abdul Hadi Awang, yang juga muncul sebagai anggota panel dalam program tersebut, sependapat dengan Mahathir bahwa umat Islam tidak boleh mencari musuh dengan membom kedutaan, hotel dan tempat umum.

“Ini ulah mereka yang cuek dengan agamanya. Umat Islam perlu disadarkan,” ujarnya.

Mengomentari negara-negara Muslim tertentu yang telah menjalin hubungan dengan Israel seperti Uni Emirat Arab, Sudan dan Bahrain, dia mengatakan upaya akan dilakukan untuk melobi negara-negara tersebut dengan mengadakan pertemuan dengan duta besar mereka secara online untuk bersatu melawan penindasan Palestina.

Panelis lainnya dari Oxford Center for Islamic Studies Fellow Dr. Afifi Al-Akiti mengatakan, negara-negara Muslim harus meniru Irlandia yang merupakan salah satu negara barat yang paling anti Zionis.

“Irlandia memiliki kebijakan internal untuk memboikot dan membatasi perdagangan dengan Israel, sementara itu pemerintah sendiri, dan bukan organisasi non-pemerintah, yang mengirimkan bantuan langsung ke Gaza. Di antara bantuan yang dikirim (oleh pemerintah Irlandia) adalah dari segi keuangan serta dokter dan insinyur untuk membangun kembali infrastruktur di Palestina,” ujarnya.

Afifi menambahkan, mengeluarkan pernyataan yang mengutuk tindakan Israel tidak cukup, dan di antara tindakan yang dapat diambil adalah dengan menyatakan Israel sebagai negara apartheid.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here