Lukisan “Dyson Sphere” menangkan medali perak “International Young Inventors”

Lukisan “Dyson Sphere” menangkan medali perak “International Young Investors”
Lukisan Dyson Sphere karya Lativatuz Zahra Djauhar dari SMA Islam Terpadu Insantama Bogor, Jawa Barat yang memenangkan medali perak pada International Exhibition and Young Inventors (IEYI) 2019 di kategori Art Technology (teknologi seni). (Insantama Bogor)

Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Luar angkasa tak melulu tentang teknologi canggih dan rumus-rumus fisika tingkat lanjut yang buat dahi berkerut.

Dimensi luar angkasa yang konon terbatas namun tak bertepi dengan banyak misterinya yang belum terpecahkan itu ternyata bisa jadi inspirasi seni bagi Lativatuz Zahra Djauhar, remaja kelas 12 SMA Islam Terpadu Insantama Bogor, Jawa Barat.

Sebuah benda angkasa buatan manusia bernama Dyson Sphere – diambil dari nama penemu Freeman J. Dyson yang pertama kali menggagas benda tersebut pada 1960 – menjadi fokus obyek lukisan Lativatuz Zahra pada International Exhibition and Young Inventors (IEYI) 2019 di kategori Art Technology (seni teknologi).

Lukisan megastruktur Dyson Sphere (Bola Dyson) yang mengelilingi bintang tertentu guna menangkap energi bintang tersebut secara maksimal untuk kebutuhan peradaban tersebut memenangkan medali perak pada IEYI 2019.

Menurut Lativatuz Zahra, konsep Dyson Sphere mirip dengan panel surya yang banyak digunakan saat ini.

“Sudah saatnya kita memikirkan alternatif energi lain selain bahan bakar fosil, dan matahari bisa menjadi sumber energi baru bagi bumi,” tuturnya.

Dirinya merupakan salah satu dari 30 anggota delegasi Indonesia yang mengikuti kompetisi pameran internasional IEYI 2019

Selain bersaing dengan rekan-rekannya dari Indonesia, Lativatuz Zahra juga berhadapan dengan peserta lain dari Jepang, Hongkong, Makau, Taiwan, Malaysia, Rusia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan China.

IEYI 2019 yang digelar di Tangerang, Banten pada 23-26 Oktober, 2019 merupakan acara ilmiah remaja internasional yang diadakan setiap tahun.

Tahun ini Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai penyelenggara kegiatan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here