London School Jakarta ingin mahasiswa kuasai konfenrensi pers

Sejumlah mahasiswa mengadakan simulasi konferensi pers sebagai tugas akhir mata Kuliah Media Relations Management: Digital and Conventional, dengan dosen pengampu Rizka Septiana. (LSPR)

Mahasiswa diberikan tantangan baru yaitu, bagaimana menghadapi awak media kala mereka (sebagai bagian dari perusahaan) sedang mengalami masalah atau kasus, dan harus menjelaskan (klarifikasi) kepada media tentang kasus yang mereka alami.

 

Jakarta (Indonesia Window) – London School of Public Relations (LSPR) Jakarta menginginkan mahasiswanya, terutama di jurusan Public Relations and Digital Communication menguasai konferensi pers guna membina hubungan baik dengan media massa.

Untuk itu pada 14 Juli, sejumlah mahasiswa mengadakan simulasi konferensi pers sebagai tugas akhir mata Kuliah Media Relations Management: Digital and Conventional, dengan dosen pengampu Rizka Septiana, demikian keterangan pers dari LSPR Jakarta yang diterima di Jakarta, Jumat.

Mata kuliah ini selain memberikan pemahaman dan trik dalam membina hubungan baik dengan salah satu opinion leader yaitu media massa, juga menitikberatkan pada kesiapan seorang humas (hubungan kemasyarakatan) dalam melakukan aktivitas kehumasan, khususnya dengan media massa sebagai institusi secara umum, dan awak wartawan secara khusus, ujar Rizka.

“Di sini kita mendorong mahasiswa untuk mampu mengilustrasikan kinerjanya seperti peran dan tugasnya sebagai humas yg notabene berfungsi sebagai jembatan perusahaan dengan khalayaknya. Nah, yang menarik adalah, mahasiswa LSPR Communication and Business Institute sudah pakem dan dilatih terus melakukan kegiatan media seperti media gathering, program kehumasan dan lain lain,” katanya.

Dalam mata kuliah ini, mereka diberikan tantangan baru yaitu, bagaimana menghadapi awak media kala mereka (sebagai bagian dari perusahaan) sedang mengalami masalah atau kasus, dan harus menjelaskan (klarifikasi) kepada media tentang kasus yang mereka alami, terang Rizka.

“Selain prosesnya sangat menarik, pengalaman ini tentunya bisa menjadi awal mereka mampu mempersiapkan diri dan tim, melakukan riset, mengumpulkan data, dan mempersiapkan diri dengan matang sebelum melakukan proses klarifikasi tersebut. Key message harus dipersiapkan dengan matang agar informasi terdistribusi dengan baik” katanya lagi.

Sementara itu, Muhammad Rafly selaku Tim Program Studi (Prodi) Komunikasi LSPR Communication and Business Institute mengatakan, simulasi konferensi pers ini sangat menarik sehingga membuat ujian akhir Media Relations Management menjadi lebih nyata, dan mahasiswa dapat merasakan bagaimana berkomunikasi dengan baik di bawah tekanan dari awak media.

“Simulasi press conference (konferensi pers) ini sudah sesuai dengan standar bukti kelengkapan untuk akreditasi internasional Prodi Ilmu Komunikasi ke depannya,” imbuhnya.

Simulasi konferensi pers ini dilakukan secara daring dan dihadiri oleh tim Prodi Komunikasi LSPR Communication and Business Institute serta praktisi wartawan yang mumpuni dan berpengalaman di bidangnya.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan