Lelaki Amerika mengucap syahadat di hadapan Syeikh Assudais

Lelaki Amerika mengucap syahadat di hadapan Syeikh Assudais
Steve (kanan) bersama Syeikh Abdurrahman Assudais. (Foto: Istimewa)

Jakarta (Indonesia Window) – Steve (tak diketahui nama belakangnya) adalah warga negara Amerika Serikat yang bekerja di bidang pariwisata di Miami.

Bersama kawan-kawannya, Steve melancong ke Abha, ibu kota Provinsi Asir yang terletak sekitar 965 kilometer sebelah barat daya Riyadh (ibu kota Arab Saudi).

Tak ada yang menyangka bahwa kunjungan lelaki itu ke Arab Saudi untuk bersantai ternyata menjadi jalan baginya menemukan kebenaran Islam.

“Menjelajahi keindahan yang tersebar di seluruh penjuru negeri dan ingin tahu tentang tempat kelahiran Islam dan perkembangan utama dan kemajuan Visi 2030 Arab Saudi,” jelas Steve mengenai tujuannya datang ke kerajaan itu kepada Saad Al-Matrafi, penerjemah Syeikh Assudais.

Selama berada di Abha yang beriklim sejuk, Steve tinggal di penginapan, di sebuah lingkungan di mana imam besar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Syeikh Abdurrahman Assudais, juga menghabiskan beberapa hari di sana.

Begitu syeikh tiba di penginapannya di Abha, dia bertanya tentang tetangganya kepada Saad Al-Matrafi.

Begitu mengetahui bahwa tetangga penginapannya adalah seorang warga negara AS, Syeikh Assudais meminta Saad untuk mengirim air Zamzam, kopi Arab, dan kurma kepada Steve sebagai hadiah.

Saat menerima bingkisan tersebut, Steve yang terkejut bertanya pada Saad alasan pemberian hadiah itu.

Saad menjawab singkat bahwa Islam mengajarkan Muslim agar berbuat kebaikan kepada sesama.

Mulai saat itu, terjalin hubungan baik antara Steve dan Saad.

Dalam beberapa kali pertemuan dan obrolan, Saad mengetahui bahwa Steve sebelumnya sudah banyak membaca dan mendengar tentang Islam dan Muslim.

Kepada Syeikh Assudais, Saad mengatakan bahwa Steve sangat tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang Islam dan tak pernah berhenti membaca buku-buku tentang ajaran ini.

Kisah Steve membuat Syeikh Assudais sangat terkesan, sehingga dirinya meminta Saad agar dapat bertemu dengan tetangga Amerika-nya itu.

Keputusan

Suatu pagi saat Steve dan Saad sedang berjalan-jalan di sebuah taman, mereka bicara cukup panjang tentang Islam, khususnya tentang bagaimana ajaran mulia ini mengatur urusan duniawi.

Pagi berikutnya, Steve menemui Saad dan mengatakan bahwa dirinya telah menghabiskan sebagian besar malam dengan merenung dan memikirkan Islam.

Saat itu Steve menegaskan bahwa dirinya siap menerima Islam sebagai keyakinannya.

Saad yang sangat gembira mendengar kabar tersebut segera menyarankan Steve untuk mengucapkan kalimat syahadat di hadapan Syeikh Assudais.

Setelah tiga tahun mempelajari Islam, Steve akhirnya memeluk Islam dengan mengucapkan syahadat dengan bimbingan syeikh.

Presidensi Umum Untuk Urusan Dua Masjid Suci itu kemudian mengajak Steve untuk menunaikan umroh di Makkah dan beribadah di Masjid Nabawi di Madinah.

“Steve begitu terharu sekaligus gembira, sehingga dia tidak bisa menahan air matanya,” kata Saad yang menyaksikan momen bahagia tersebut.

Syeikh Assudais mengatakan bahwa Steve “sekarang adalah saudara laki-lakinya dalam Islam”.

Selama berbincang-bincang dengan Steve, Syeikh Assudais menyitir beberapa ayat Al-Quran dan riwayat Nabi ﷺ yang memerintahkan umat Islam agar bersikap baik kepada tetangga mereka, dan tentang kewajiban untuk memenuhi hak atas satu sama lain.

Syeikh secara khusus menyebutkan kisah Nabi Muhammad ﷺ dan wanita Yahudi.

“Nabi tercinta kita ﷺ memiliki seorang tetangga Yahudi yang biasa membuang sampah di tempat beliau.”

“Alih-alih marah pada tetangganya itu, Nabi Muhammad ﷺ justru menunjukkan kebaikan beliau.”

“Suatu hari ketika Nabi ﷺ mengetahui bahwa tetangganya sakit, beliau justru mengunjungi dan merawatnya.”

“Ini adalah pelajaran hidup yang sangat berharga bagi kita semua tentang pemenuhan hak-hak tetangga kita,” tutur Syeikh Assudais.

Steve mengatakan, “Ajaran Islam tentang keadilan, toleransi, kasih sayang, dan belas kasih sangat mengesankan dirinya”.

Dia mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaannya yang besar atas kebaikan dan keramahan yang dia temukan dari orang-orang Saudi, dengan menggambarkan mereka sebagai masyarakat yang sederhana dan peduli.

Dia bahkan mengatakan dirinya merasa seperti berada bersama dengan keluarganya sendiri.

Ajaran tentang bertetangga yang baik, toleransi, keadilan, kasih sayang dan keramahan yang dia temukan di Arab Saudi membawa Steve menjadi seorang Muslim.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here