Belanda kurangi konsumsi dan tingkatkan impor gas karena harga terus naik

Konsumsi gas alam Belanda
Foto yang diabadikan pada 10 September 2022 ini menunjukkan kompor gas rumah tangga di Haarlem, Belanda. (Xinhua/Sylvia Lederer)
Advertiser Popin

Konsumsi gas alam Belanda antara Juli hingga Oktober 2022 tercatat 7,3 miliar meter kubik, 17 persen lebih sedikit dibandingkan rentang waktu yang sama tahun lalu.

 

Den Haag, Belanda (Xinhua) – Konsumen dan industri di Belanda mengurangi penggunaan gas alam mereka secara substansial antara Juli hingga Oktober 2022, sedangkan impor gas negara tersebut naik 15 persen, menurut badan statistik Belanda, Centraal Bureau voor de Statistiek (CBS), pada Kamis (8/12).

Konsumsi gas alam Belanda pada periode itu tercatat 7,3 miliar meter kubik, 17 persen lebih sedikit dibandingkan rentang waktu yang sama tahun lalu. Konsumsi gas merosot tajam sebesar 30 persen dibandingkan dengan lima tahun terakhir.

Lebih banyak gas alam diimpor selama periode tersebut, dengan impor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) naik hampir dua kali lipat. Sebanyak 52 persen LNG diimpor dengan kapal dari Amerika Serikat, dan Rusia memasok sebesar 16 persen.

Konsumsi gas alam Belanda
Foto yang diabadikan pada 16 Oktober 2021 ini menunjukkan sebuah instalasi gas hijau di Haarlem, Belanda. (Xinhua/Sylvia Lederer)

Penurunan konsumsi gas alam sebagian disebabkan oleh tingginya harga gas alam. Akibatnya, perusahaan-perusahaan industri besar pada khususnya, seperti yang bergerak di sektor perminyakan dan bahan kimia, mengonsumsi gas alam 26 persen lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tingginya harga gas dan bentuk energi lainnya, seperti listrik dan pemanasan distrik, mendorong kenaikan inflasi di negara itu.

CBS pada Kamis (8/12) melaporkan bahwa inflasi menyentuh angka 9,9 persen pada November, turun dari 14,3 persen pada Oktober. Penurunan tajam ini terutama disebabkan oleh penurunan harga energi.

Konsumsi gas alam Belanda
Foto yang diabadikan pada 2 April 2022 ini menunjukkan sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum di Den Haag, Belanda. (Xinhua/Wang Xiangjiang)

Pada November lalu, harga energi 70 persen lebih mahal dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2021. Sementara pada Oktober, kenaikan harga secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 173 persen.

Harga makanan 15,7 persen lebih mahal pada November, terutama karena harga roti, sereal, daging, dan produk susu yang lebih tinggi.

Laporan: Redaksi

Advertiser Popin

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here