Konservasi keanekaragaman hayati di provinsi Qinghai China catat kemajuan signifikan

Konservasi keanekaragaman hayati
Foto yang diabadikan pada 19 Oktober 2021 ini menunjukkan rusa berbibir putih (white-lipped deer) di hulu Sungai Kuning bagian Taman Nasional Sanjiangyuan di Prefektur Otonom Etnis Tibet Golog, Provinsi Qinghai, China barat laut. (Xinhua/Zhang Long)
Advertiser Popin

Konservasi keanekaragaman hayati di Taman Nasional Gunung Qilian, yang terletak di daerah persimpangan antara provinsi Gansu dan Qinghai di China barat laut mencatat kemajuan signifikan, dengan 280 spesies vertebrata liar, 522 spesies invertebrata liar, 543 spesies tumbuhan vaskular, 203 spesies makrofungi, dan 575 spesies organisme akuatik.

 

Xining, China (Xinhua) – Konservasi keanekaragaman hayati di Taman Nasional Gunung Qilian, yang terletak di daerah persimpangan antara provinsi Gansu dan Qinghai di China barat laut, mengumumkan kemajuannya pada Rabu (7/12).

Pegunungan Qilian terbentang di daerah perbatasan antara Gansu dan Qinghai, dan merupakan area pegunungan utama dengan ketinggian rata-rata mencapai lebih dari 4.000 meter. Area pegunungan utama ini adalah sumber air yang penting bagi Sungai Kuning, sungai terpanjang kedua di China, dan perisai ekologi utama di China barat.

Menurut survei terbaru, terdapat 280 spesies vertebrata liar, 522 spesies invertebrata liar, 543 spesies tumbuhan vaskular, 203 spesies makrofungi, dan 575 spesies organisme akuatik yang tersebar di area taman nasional tersebut di Qinghai.

Han Qiang, wakil direktur administrasi Taman Nasional Gunung Qilian bagian Qinghai, menyatakan bahwa 10 spesies serangga baru telah ditemukan.

Han mengaitkan pencapaian dalam konservasi keanekaragaman hayati itu dengan perlindungan terpadu dan pengelolaan pegunungan, sungai, hutan, danau, dan padang rumput yang sistematis selama bertahun-bertahun, yang secara kontinu dan efektif meningkatkan lingkungan ekologi di taman nasional tersebut.

Qinghai juga menjadi rumah bagi Taman Nasional Sanjiangyuan. Sanjiangyuan secara harfiah berarti hulu dari tiga sungai, yaitu Yangtze, Kuning, dan Lancang, dan area Taman Nasional Sanjiangyuan dikenal sebagai ‘menara air’ Asia.

Laporan terbaru yang dirilis oleh Taman Nasional Sanjiangyuan menunjukkan bahwa populasi antelop Tibet di Hol Xil di daerah pedalaman Dataran Tinggi Qinghai-Tibet telah pulih dari sebelumnya tercatat kurang dari 20.000 ekor pada pertengahan dan akhir 1980-an menjadi lebih dari 70.000 ekor. Status spesies itu tidak lagi terancam punah, tetapi diturunkan menjadi ‘hampir terancam punah’.

Beragam spesies satwa liar, seperti macan tutul salju dan berang-berang Eurasia, jarang dijumpai di masa lalu, tetapi satwa-satwa tersebut sering terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

China memulai program percontohan Taman Nasional Sanjiangyuan pada 2016, dan pada Oktober lalu, taman nasional itu menerima penunjukan resminya.

Berkat upaya peningkatan habitat satwa liar dan konservasi ekosistem selama bertahun-tahun, populasi satwa liar di Taman Nasional Sanjiangyuan meningkat pesat, menjadikannya surga yang nyata bagi satwa liar, kata Sun Lijun, wakil direktur administrasi taman nasional tersebut.

Danau Qinghai, danau air asin pedalaman terbesar di China, juga mengalami peningkatan dalam hal keanekaragaman hayati. Danau itu merupakan benteng ekologis yang penting di China utara dan tempat persinggahan utama bagi burung-burung migran.

Data menunjukkan bahwa lebih dari 230.000 ekor burung air terlihat di danau itu selama periode migrasi musim gugur tahun ini, yang merupakan catatan rekor tertinggi, papar Direktur Administrasi Cagar Alam Nasional Danau Qinghai He Yubang.

Dia mengatakan bahwa proyek-proyek konservasi seperti perlindungan dan pemulihan lingkungan ekologi air di area-area utama, perlindungan dan pekerjaan pemulihan lahan basah, serta kegiatan patroli dan pemantauan keanekaragaman hayati telah dilakukan di danau itu pada tahun ini.

Laporan: Redaksi

Advertiser Popin

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here