Kisah Nabi Ayyub : Kesabaran berbuah kebahagiaan

Ilustrasi. Allah ﷻ telah melimpahkan kesehatan, kekayaan dan kebahagiaan kepada Nabi Ayub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ karena mempertahankan imannya, meskipun dia menderita selama belasan tahun tanpa kekayaan dan sanak keluarga yang dulu mengelilinginya. (Diego PH on Unsplash)

Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ awalnya adalah seorang yang kaya raya.

Dia adalah seorang lelaki yang sholih, namun Allah ﷻ mengujinya dengan kehilangan keluarga dan kekayaan, serta menderita sakit yang parah.

Akibatnya, Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ menderita selama delapan belas tahun, dan dijauhi oleh kerabat dan orang-orang di sekitarnya.

Meskipun menderita selama belasan tahun, Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ tidak pernah menyerah untuk berdoa dengan keyakinan bahwa harapan yang dipanjatkannya akan dikabulkan oleh Allah ﷻ.

Namun, suatu hari penyakit Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ menjadi sangat parah, sehingga membuatnya tak tahan menahan sakit.

Maka Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ  berdoa kepada Allah ﷻ sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran, Surat Al-Anbiya, ayat 83 yang diterjemahkan:

“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: ‘(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang’.”

Lalu, Allah ﷻ pun menjawab doa Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ dalam ayat berikutnya yang diterjemahkan:

“Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.”

Setiap kali Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ keluar rumah dan berdoa kepada Allah ﷻ, istrinya akan memegang tangannya sampai dia kembali ke rumah.

Suatu hari Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ keluar rumah lebih lama dari biasanya.

Saat itu, Allah ﷻ memerintahkan Nabi Ayub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ, “Hentakkanlah tanah dengan kakimu. Ini (mata air) untuk mandi yang mendinginkan dan minumlah.”

Selama Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ keluar rumah, istrinya berpikir bahwa suaminya pergi terlalu lama.

Maka dia segera menyusul Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ untuk melihat keadaannya.

Sesampainya dia di tempat Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ, terkejutlah istrinya karena melihat seorang lelaki yang tampan, bersih, dan harum dengan wajah yang persis sepertinya suaminya.

Istri Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ berkata, “Semoga Allah memberkahi Anda! Pernahkah Anda melihat Nabi Allah ﷻ, orang yang diuji begitu parah oleh Allah ﷻ. Saya belum pernah melihat lelaki yang lebih mirip dia dari pada Anda, dalam keadaan yang sehat.”

Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ berkata, “Aku adalah dia”, lalu menceritakan peristiwa yang dialaminya sebelum istrinya tiba.

Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ menjelaskan bahwa Allah ﷻ menyuruhnya untuk menghentakkan bumi dengan kakinya, dan ajaibnya, sebuah air mancur muncrat dari bekas tapak kakinya.

Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ lalu meminum air itu dan menggunakannya untuk membasuh tubuhnya.

Seketika semua lukanya sembuh, dan tubuhnya kembali seperti semula dalam keadaan sehat dan bersih dari segala penyakit.

Tak hanya menyembuhkan penyakit hambanya yang sabar, Allah ﷻ juga melimpahkan kekayaan kepada Nabi Ayyub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ berupa dua awan yang menaungi dua lantai pengirikan miliknya. Satu lantai digunakan untuk mengolah gandum, sementara yang lainnya untuk jelai.

Ketika salah satu awan mencapai lantai pengirikan gandum, maka turunlah hujan emas hingga ruangan itu penuh dengan logam mulia yang berharga.

Demikian juga dengan lantai untuk mengirik jelai yang akan penuh dengan emas jika satu awan lain menaungi ruangan itu.

Allah ﷻ telah melimpahkan kesehatan, kekayaan dan kebahagiaan kepada Nabi Ayub عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ karena mempertahankan imannya, meskipun dia menderita selama belasan tahun tanpa kekayaan dan sanak keluarga yang dulu mengelilinginya.

Penulis: Maya

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan