Pejabat AS: Ukraina alami kerugian 89 triliun rupiah setiap bulan akibat perang

Tentara Ukraina menguji coba peralatan militer Rusia, Howitzer 2A65 atau Msta-B, yang berhasil dirampas pada Kamis (16/6/2022) di wilayah Mykolaiv. (The Sun/YouTube/tangkapan layar)

Jakarta (Indonesia Window) – Pemerintah Ukraina alami kerugian antara 5-6 miliar dolar AS (sekira 74-89 triliun rupiah) setiap bulan akibat perang dengan Rusia, kata Administrator Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat, Samantha Power.

“Tingkat kerugian untuk pemerintah Ukraina yang harus menghadapi perang ini, pada perkiraan terakhir, berkisar antara lima dan enam miliar dolar per bulan. Dan itu adalah tingkat kerugian yang mengejutkan,” katanya, berbicara di Bank Dunia pada Selasa (21/6).

Meskipun Washington akan menyediakan 7,5 miliar dolar AS bagi Ukraina untuk membiayai pengeluaran anggarannya, dana tersebut tidak akan cukup dalam perspektif jangka panjang, kata pejabat AS tersebut.

kerugian perang ukraina
Pengungsi Ukraina tiba di pusat transportasi setelah menyeberang ke Moldova di titik perbatasan Palanca. (UNHCR/Andrew McConnell)

“Kami tahu bahwa lebih banyak dukungan anggaran langsung akan dibutuhkan di masa mendatang,” tambah Power.

Duta Besar AS untuk Ukraina, Bridget Brink, mengumumkan bantuan 7,5 miliar dolar AS untuk Ukraina pada awal Juni. Dia juga mengatakan bahwa negaranya telah memberikan bantuan sekitar 1 miliar dolar AS kepada Pemerintah Kiev.

Berbicara di meja bundar Bank Dunia di Washington pada akhir April, Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan negaranya membutuhkan bantuan keuangan antara 4 miliar dan 5 miliar dolar AS per bulan dalam perspektif jangka pendek. 

Sementara Menteri Keuangan Sergey Marchenko pada Mei mengatakan, hanya sepertiga dari anggaran negara Ukraina yang dibiayai dari pendapatannya sendiri, dengan dua pertiga sisanya merupakan hibah dan pinjaman internasional.

Pada 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer khusus di Ukraina menyusul permintaan dari Kepala Republik Donbass. 

Pemimpin Rusia itu menekankan bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki wilayah Ukraina dan tujuannya adalah untuk demiliterisasi dan denazifikasi negara tersebut. 

Sebagai tanggapan, Barat memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia, serta memasok senjata dan peralatan militer ke Ukraina, yang nilai totalnya saat ini diperkirakan dalam miliaran dolar.

Sumber: TASS

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan