Kelas Ibu Hamil dan Balita tingkatkan kualitas generasi masa depan

Kelas Ibu Hamil dan Balita tingkatkan kualitas generasi masa depan
Ilustrasi ibu dan bayi. (Photo by Aditya Romansa on Unsplash)

Jakarta (Indonesia Window) – Bukan semata-mata pertumbuhan ekonomi atau penguasaan teknologi yang paling canggih menjadikan suatu negara kuat dan maju, melainkan ibu sehat nan cerdas yang akan melahirkan generasi masa depan berkualitas.

Karenanya, Kementerian Kesehatan melaksanakan program Kelas Ibu Hamil dan Balita yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap dan perilaku ibu tentang kesehatan, persalinan dan nifas, serta mengenai tumbuh kembang balita.

Pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 pada Selasa, Kelas Ibu Hamil dan Balita digelar secara serentak di Sulawesi Selatan, Lampung, dan Banten.

Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto berbincang dengan peserta Kelas Ibu Hamil dan Balita dari tiga provinsi tersebut melalui video conference dari Kantor Kemenkes, Jakarta.

Menteri Kesehatan mengatakan Kelas Ibu Hamil dan Balita bertujuan mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Balita (AKB).

“Kesehatan ibu dan anak harus diperhatikan. Kelas Ibu Hamil dan Balita menjadi salah satu upaya dalam menjaga kesehatan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” kata Menkes Terawan.

Stunting

Pada dialog dengan menteri kesehatan, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyampaikan capaian yang diperoleh Pemerintah Provinsi mengenai penanganan stunting atau kondisi kekerdilan pada anak.

Jumlah stunting di Sulawesi Selatan terus menurun, bahkan kini di bawah 10 persen.

Menurut gubernur, salah satu alokasi APBD 2020 adalah untuk peningkatan SDM unggul dengan menghadirkan layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Nurdin Abdullah menambahkan, pihaknya telah berkomitmen dan membangun visi 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Ia berharap dalam beberapa tahun ke depan tidak ada lagi yang mengelami stunting di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr. Reihana mengatakan jumlah kasus stunting di daerahnya menurun dari 42 persen menjadi 27 persen saat ini.

“Kami harus lebih kerja keras lagi menurunkan stunting hingga 20 persen. Provinsi Lampung siap bersinergi dengan Kementerian Kesehatan dalam melaksanakan program ke depan,” ucap Reihana.

Di Provinsi Banten, Kelas Ibu Hamil dan Balita dilakukan di delapan kabupaten/kota.

Dalam rangka menurunkan stunting dan angka kematian ibu dan angka kematian bayi Dinas Kesehatan Provinsi Banten telah melakukan berbagai kegiatan seperti roadshow Kelas Ibu Hamil dan Balita dan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di delapan kabupaten/kota.

“Kami melakukan kegiatan guna meningkatkan pengetahuan dan mutu tenaga kesehatan, serta memeratakan pelayanan kesehatan bagi ibu dan balita. Kami memiliki berbagai inovasi, di antaranya pendampingan ibu hamil dan balita,” kata Kepala Dinas Provinsi Banten M. Yusuf.

Kelas Ibu Hamil dan Balita diharapkan meninkatkan kualitas kesehatan ibu hamil dan bayi mereka, serta menekan jumlah kematian ibu hamil dan balita.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here