Komisaris HAM PBB peringatkan peningkatan kekerasan di Palestina dan Israel

Seorang pria memprotes pembunuhan 10 warga Palestina oleh pasukan Israel di dekat perbatasan Gaza-Israel di sebelah timur Gaza City pada 22 Februari 2023. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Kekerasan Israel terhadap Palestina meningkat, dengan 131 warga Palestina tewas di tangan pasukan keamanan Israel dalam setahun terakhir di luar konteks permusuhan.

 

Jenewa, Swiss (Xinhua) – Meningkatnya aksi kekerasan terhadap warga Israel dan Palestina memiliki konsekuensi tragis bagi orang-orang yang tak bersalah, kata Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM) Volker Turk pada Jumat (3/3).

Saat berbicara dalam sesi ke-52 Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Turk mengatakan bahwa jumlah korban tewas tertinggi untuk warga Palestina dalam 17 tahun terakhir dan warga Israel sejak 2016 tercatat pada 2022.

“Jumlah kematian ini semakin memburuk dengan signifikan pada pekan-pekan pertama tahun 2023, dan pada bulan yang baru saja berakhir,” kata Turk dalam dialog interaktif terkait laporannya tentang wilayah Palestina yang diduduki.

Menurut laporan terbaru Turk, 131 warga Palestina tewas di tangan pasukan keamanan Israel dalam setahun terakhir di luar konteks permusuhan.

Kekerasan Israel terhadap Palestina
Warga Palestina berpartisipasi dalam aksi demonstrasi menyusul pembunuhan sembilan warga Palestina oleh pasukan Israel di dekat perbatasan Gaza-Israel di sebelah timur Gaza City pada 26 Januari 2023. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Sejak 2017, kurang dari 15 persen dari kasus pembunuhan semacam itu telah diselidiki, kata Turk, dan kurang dari 1 persen berakhir dengan tuntutan.

Kekerasan Israel terhadap Palestina
Para pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan pasukan keamanan Israel di pintu masuk Kota Hawara, sebelah selatan Kota Nablus di wilayah utara Tepi Barat, pada 3 Maret 2023. (Xinhua/Ayman Nobani)

Dia mengatakan kepada dewan tersebut bahwa selama periode yang sama, 13 warga Israel tewas di tangan pihak Palestina, termasuk tiga orang anak.

“Di kedua sisi, saya yakin ada kesan yang terus berkembang tentang masa depan yang menyempit, dengan tidak ada seorang pun dapat mengharapkan perdamaian dan keamanan, untuk anak-anak siapa pun,” katanya.

Dia mendesak para pengambil keputusan dan masyarakat di semua sisi untuk mundur dari konteks ekstremisme dan kekerasan dan mencari solusi dua negara, dengan pengakuan bersama atas hak sah semua warga Israel dan Palestina atas kehidupan yang terhormat, damai, dan aman.

“Agar kekerasan ini berakhir, pendudukan harus diakhiri,” tegas Turk.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan