Kalimantan punya spesies baru katak tanduk

Kalimantan punya spesies baru katak tanduk
Katak tanduk Kalimantan (Megophrys kalimantanensis). (LIPI)

Jakarta (Indonesia Window) – Tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI); Universitas Kyoto, Jepang; Universitas Pendidikan Aichi, Jepang; Institut Teknologi Bandung (ITB); dan Universitas Negeri Semarang barr-baru ini mendeskripsikan jenis baru katak tanduk yang ditemukan di Kalimantan bernama latin Megophrys kalimantanensis.

“Jenis baru ini dikoleksi dari ekspedisi di Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, juga di Bario, Sarawak dan Pegunungan Crocker di Sabah, Malaysia,” jelas peneliti bidang herpetologi (cabang ilmu biologi yang khusus mempelajari dua kelompok vertebrata: amfibi dan reptil) dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Amir Hamidy, seperti dikutip di Jakarta, Sabtu dari situs jejaring LIPI.

Morfologi katak tanduk Kalimantan tersebut sangat mirip dengan katak tanduk pinokio (Megophrys nasuta) yang ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Semenanjung Malaya serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.

“Spesimen pertama dari jenis baru ini sebetulnya sudah dikoleksi pada tahun 2008 oleh peneliti senior Pusat Penelitian Biologi LIPI, Irvan Sidik dengan nama katak tanduk pinokio,” tutur Amir.

Ciri-ciri

Dibandingkan dengan katak tanduk pinokio, jenis baru katak Kalimantan tersebut memiliki tanduk (dermal accessory) pada bagian moncong dan mata yang lebih pendek jika dibandingkan dengan katak tanduk pinokio.

Katak jenis baru itu juga mempunyai sepasang lipatan lateral tambahan pada sayap.

Pada saat masih berudu katak tersebut coklat tua, condong jingga-coklat dan berubah menjadi coklat pucat pada saat dewasa.

Secara akustik, suara individu jantan dari jenis baru itu memiliki variasi yang lebih banyak dan lebih panjang dibandingkan dengan katak tanduk pinokio.

“Berdasarkan hasil analisis tersebut kami menyimpulkan bahwa jenis tersebut merupakan jenis baru dan diberi nama Megophrys kalimantanensis,” jelas Amir.

Kalimantanensis merupakan toponim dari nama pulau Kalimantan.

Habitat

Penemuan katak tanduk Kalimantan yang terdistribusi di bagian pegunungan utara Borneo (Sarawak dan Sabah), Malaysia serta pegunungan Meratus yang masuk wilayah Indonesia itu sangat mengejutkan, mengingat kedua lokasi ini terpisah sekitar 950 kilometer.

Meski cukup jauh, katak tanduk Kalimantan yang ditemukan di dua daerah tersebut memiliki variasi genetik yang sangat rendah dan menunjukkan sebagai jenis yang sama.

“Batas negara antara Malaysia dan Indonesia tidak berlaku untuk jenis baru ini. Hamparan lahan gambut dan hutan dataran rendah antara bagian utara dan selatan di Pulau Kalimantan sepertinya menjadi pembatas, sehingga jenis baru ini hanya dapat ditemukan di kawasan pegunungan baik di utara maupun selatan pulau,” terang Amir.

Penemuan jenis baru katak tanduk Kalimantan tersebut dipublikasikan di jurnal Zootaxa volume 4679.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here