Kajian geologi awali pembangunan ibu kota baru

Kajian geologi awali pembangunan ibu kota baru
Lokasi calon ibu kota baru, Kabupaten Penajam Paser Utara di Provinsi Kalimantan Timur. (Google Earth)

Jakarta (Indonesia Window) – Sebelum infrastruktur berstruktur paling mutakhir dibangun, dan jutaan orang bermigrasi ke ibu kota baru di Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur, data dan informasi kebumian harus menjadi bahan pertimbangan penting bagi berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Pembangunan yang adil dan merata membutuhkan dukungan data dan infomasi yang memadai,” ujar Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudy Suhendar, saat menyerahkan Atlas Hasil Survei dan Kajian Geologi Calon Ibu Kota Negara kepada Ketua Tim Pelaksana Kajian Pemindahan Ibu Kota Negara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BPPN), Imron Bulkin.

Dokumen tersebut diserahkan pada acara Kolokium Pusat Survei Geologi di Bandung, Jawa Barat pada Selasa, demikian disebutkan dalam siaran pers dari Kementerian ESDM yang diterima di Jakarta.

Menurut Rudy Suhendar, Pusat Survei Geologi pada Badan Geologi adalah salah satu instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam menyediakan data dasar kebumian yang memadai guna menunjang pembangunan nasional.

Rudy berharap ketersediaan data dan informasi kebumian akan berperan dalam upaya pemerintah dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama mengenai mitigasi bencana geologi.

Data kebumian juga merupakan data dasar yang membantu perumusan langkah-langkah dan kebijakan mitigasi bencana geologi, imbuhnya.

“Sebagai bagian dari ilmu dasar, geologi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Karenanya, pengetahuan tentang kondisi geologi di suatu daerah harus tersedia dan sangat penting untuk dipahami,” terang Rudy.

Dia menerangkan, penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di lokasi calon ibu kota baru dan wilayah Indonesia lainnya harus berdasarkan analisa kegeologian yang meliputi mitigasi bencana.

Dengan demikian, potensi bencana geologi di wilayah tersebut dapat dipetakan guna menghindari jatuhnya korban saat terjadinya peristiwa itu.

Atlas Hasil Survei dan Kajian Geologi Calon Ibu Kota Negara yang meliputi Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terdiri atas 16 peta dengan skala 1:50.000 dan 1:100.000.

Dokumen tersebut terdiri atas Peta Geomorfologi, Geologi, Anomali Gayaberat, Geologi Teknik, Penampang Geolistrik, Lokasi Pemboran Geologi Kuarter, Hidrogeologi, Potensi Airtanah, Zona Kerentanan Gerakan Tanah, Kerentanan Erosi, Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi, Seismotektonik, Mikrozonasi, Sebaran Cekungan Pembawa Gas Dangkal, Delineasi Sebaran dan Potensi Swabakar Batubara, serta Peta Kesesuaian Lahan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here