Iran akui pasok Rusia dengan ‘drone’, tapi bersikeras dilakukan sebelum perang

Seorang tentara Ukraina menutupi sebuah kendaraan lapis baja dengan ranting-ranting pohon di Donbass pada 12 April 2022. (Xinhua/Diego Herrera)

Drone buatan Iran diyakini telah digunakan oleh militer Rusia untuk menghantam infrastruktur energi Ukraina dan sasaran sipil.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Menteri luar negeri Iran pada hari Sabtu mengakui untuk pertama kalinya bahwa negaranya telah memasok Rusia dengan drone atau pesawat tak berawak, tapi bersikeras bahwa transfer itu terjadi sebelum ‘operasi militer’ Moskow diluncurkan di Ukraina.

Beberapa waktu lalu sejumlah drone buatan Iran terlihat mengebom ibu kota Kyiv.

Komentar Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian itu disampaikan setelah berbulan-bulan muncul pesan membingungkan dari Iran tentang pengiriman senjata, ketika Rusia mengirim drone yang menghantam infrastruktur energi Ukraina dan sasaran sipil.

“Kami memberikan sejumlah terbatas drone ke Rusia beberapa bulan sebelum perang Ukraina,” kata Amirabdollahian kepada wartawan setelah pertemuan di Teheran.

Sebelumnya, para pejabat Iran telah membantah mempersenjatai Rusia dalam perangnya di Ukraina.

Awal pekan ini, Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani menyebut tuduhan itu “sama sekali tidak berdasar” dan menegaskan kembali posisi netralitas Iran dalam perang.

Amerika Serikat dan sekutu Baratnya di Dewan Keamanan telah meminta Sekretaris Jenderal Antonio Guterres untuk menyelidiki apakah Rusia telah menggunakan pesawat tak berawak Iran untuk menyerang warga sipil di Ukraina.

Meski begitu, Garda Revolusi paramiliter Iran secara samar-samar membual menyediakan drone ke negara-negara besar dunia.

Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei telah memuji kemanjuran drone dan mengolok-olok Barat atas bahayanya.

Selama demonstrasi yang didukung negara untuk menandai pengambilalihan Kedutaan Besar AS tahun 1979 pada hari Jumat, banyak orang melambaikan plakat drone berbentuk segitiga sebagai tanda kebanggaan nasional.

Saat dia mengakui pengiriman drone itu, Amirabdollahian mengklaim pada hari Sabtu bahwa Iran tidak menyadari penggunaan pesawat nirawak-nya di Ukraina.

Dia mengatakan Iran tetap berkomitmen untuk menghentikan konflik.

“Kami setuju dengan menteri luar negeri Ukraina bahwa mereka menyerahkan kepada kami bukti apa pun yang mereka miliki tentang Rusia yang menggunakan pesawat tak berawak Iran di Ukraina,” katanya.

Sumber: The Associated Press

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan