Investasi UEA di Indonesia 259 juta dolar AS selama lima tahun terakhir

Investasi UEA di Indonesia 259 juta dolar AS selama lima tahun terakhir
Nilai investasi Uni Emirat Arab (UEA) di Indonesia dalam kurun lima tahun terakhir mencapai 259 juta dolar AS (sekira 3,6 triliun rupiah). Nilai investasi UEA tersebut terdiri atas 338 proyek dan menyerap setidaknya 9.900 tenaga kerja. (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Nilai investasi Uni Emirat Arab (UEA) di Indonesia dalam kurun lima tahun terakhir mencapai 259 juta dolar AS (sekira 3,6 triliun rupiah), menurut keterangan tertulis dari Kedutaan Besar RI di Abu Dhabi yang diterima di Jakarta, Senin.

Nilai investasi UEA tersebut terdiri atas 338 proyek dan menyerap setidaknya 9.900 tenaga kerja.

Guna meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara, KBRI Abu Dhabi bekerja sama dengan Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Jakarta akan menyelenggarakan pekan Indonesia-Uni Emirat pada 15-21 Desember 2020.

Duta Besar RI untuk UEA, Husin Bagis, menyatakan bahwa selama pekan tersebut, akan digelar berbagai pertemuan dan peresmian berbagai kerja sama bilateral, khususnya di bidang ekonomi dan investasi.

“Kedekatan pemimpin kedua negara harus dilihat sebagai suatu modal yang positif bagi pengusaha dan perusahaan kedua negara. Ini merupakan golden period bagi diplomasi ekonomi antara kedua negara,” ujar dubes.

Sejumlah kegiatan yang digelar di pekan tersebut adalah peresmian kantor cabang First Abu Dhabi Bank (FAB) di Jakarta; penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Binawan dan National Ambulance UEA; penandatanganan kontrak pelaksanaan uji perdana Emirates Global Alumunium (EGA) dan PT Inalum (Persero); dan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata 145 megawatt oleh PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dan Masdar.

Kegiatan lainnya adalah penandatanganan kontrak perjanjian sewa lahan antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian RI dan Elite Agro Group; penandatanganan joint venture development agreement (JVDA) kawasan industri dan pelabuhan antara Maspion Group dan DP World; serta peresmian kerja sama Lulu Hypermarket Indonesia dan UMKM Indonesia.

Selain itu, di pekan yang sama juga akan diadakan sejumlah pertemuan antara Delegasi UEA dan mitra potensial di Indonesia guna menjajaki kerja sama.

Delegasi UE​A akan terdiri dari beberapa perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, seperti pertanian, perbankan, energi terbarukan, industri pompa, properti, pembangkit listrik, dan ritel.

Di antara perusahaan tersebut adalah Abu Dhabi Developmental Holding Company (ADQ) dan Silverpumps.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here