Industri semikonduktor Taiwan melejit di tengah pandemik COVID-19

Industri semikonduktor Taiwan melejit di tengah pandemik COVID-19
Di tengah pandemik COVID-19, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) menjadi pemimpin dunia dalam produksi prosesor 7nm process. (Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei-TETO)

Jakarta (Indonesia Window) – Pandemik COVID-19 telah berdampak pada produksi perusahaan-perusahaan di dunia, termasuk yang bergerak di bidang Teknologi Informasi (IT).

Pandemik juga telah mempengaruhi hubungan kompetitif antara masing-masing perusahaan besar, menurut pernyataan dari Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) yang diterima di Jakarta, Senin.

Dengan upaya penanganan dan pencegahan pandemik yang diterapkan oleh Pemerintah Taiwan dengan sangat baik, industri semikonduktor di Pulau Formosa itu tidak berdampak besar di seperti negara lainnya.

Bahkan, di tengah pandemik, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) justru menjadi pemimpin dunia dalam produksi prosesor 7nm process, sebut pernyataan TETO.

Perusahaan itu juga menjadi pabrik produksi massal pertama di dunia untuk 5nm process dan tak lama lagi mendominasi produksi 3nm.

Belum lama ini, TSMC mengumumkan bahwa mereka telah membuat terobosan besar dalam pengembangan dan penelitian 2nm process, dan telah berhasil menemukan jalur masuk.

Kalangan bisnis menyimpulkan bahwa waktu peluncuran produk 2nm TSMC akan terealisasi antara tahun 2023 – 2024, dan bisa terus mempertahankan posisi terdepan secara mutlak di pasar IC foundry (pembuatan) global.

Sementara itu, perusahaan IT global lainnya, Samsung Electronics Korea Selatan, terpaksa menunda rencana penelitian dan pengembangan skala besarnya akibat pandemik.

Selain hasil produksi yang kurang dari 7nm process, perusahaan tersebut juga telah mengumumkan bahwa mereka akan melewati 5nm dan langsung mengembangkan  teknologi 3nm.

Telah diketahui bahwa produksi 3nm Samsung hanya setara dengan produk 5nm milik TSMC.

Dalam hal penguasan teknologi, Samsung setidaknya satu tahun lebih terbelakang daripada TSMC.

Di sisi lain, Intel, juga mulai kehilangan daya saingnya, memunculkan diskusi tentang apakah perusahaan Amerika Serikat itu masih terus melanjutkan bisnis pembuatan chip.

Pernyataan TETO menyebutkan, dengan pertimbangan biaya, Intel akan menunjuk IC foundry yang berteknologi lebih maju seperti TSMC untuk memproduksi chip di masa depan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here