Industri semikonduktor sumbang 30 persen ekspor Taiwan

Industri semikonduktor sumbang 30 persen ekspor Taiwan
Ilustrasi. Industri semikonduktor menyumbang 30 persen dari ekspor nasional, dan 14 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Taiwan. (analogicus from Pixabay)

Jakarta (Indonesia Window) – Industri semikonduktor menyumbang 30 persen dari ekspor nasional, dan 14 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Taiwan.

Industri semikonduktor di Pulau Formosa terus melejit dengan 247 perusahaan terdaftar di Kementerian Perekonomian Taiwan pada tahun 2020, menurut pernyataan tertulis dari Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) yang diterima di Jakarta, Ahad.

Industri semikonduktor tidak hanya menjadi awal era digital, tapi juga merupakan teknologi yang sangat penting dalam perkembangan inovasi masa depan, terutama dengan munculnya high-performance computing atau komputasi kecepatan tinggi dan kinerja tinggi (HPC), Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, komunikasi seluler 5G, dan Internet of Things (IoT).

Menurut Asosiasi Industri Semikonduktor Internasional (SEMI), total nilai produksi semikonduktor Taiwan pada tahun 2019 mencapai 2,66 triliun NTD (sekira 1.341 triliun rupiah), atau 16,9 persen dari total dunia.

Angka tersebut menempatkan Taiwan di peringkat ketiga dunia dalam produksi teknologi semikonduktor.

Nilai tumbuh sebesar 3,3 persen pada tahun 2020, meningkat hingga 16,7 persen.

Nilai produksi semikonduktor Taiwan diperkirakan mencapai 3,2 triliun NTD (sekitar 1.614 triliun rupiah), melampaui Vietnam dan Korea Selatan, dan akan menempati peringkat kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Produksi tersebut terdiri atas desain IC (integrated circuit) mencapai 850 miliar NTD (sekira 428,8 triliun rupiah), dengan perkiraan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 22,7 persen.

Sementara itu, nilai produksi manufaktur IC akan mencapai 1,8 triliun NTD (sekitar 908,1 triliun rupiah), dengan peningkatan tahunan sebesar 23,7 persen; dan nilai produksi pengemasan dan pengujian IC akan mencapai 550 miliar NTD (sekitar 277,4 triliun rupiah), dengan peningkatan tahunan sebesar 10 persen.

Keunggulan Taiwan tidak hanya tentang manufaktur teknologi dan rantai industri, tapi juga daya saing global dalam biaya produksi.

Selain itu, para insinyur Taiwan memiliki kepribadian yang luar biasa dan kesabaran dalam menyelesaikan semua kendala manufaktur demi menciptakan pencapaian besar kerajaan semikonduktor Pulau Formosa.

Dengan perkembangan industri semikonduktor yang semakin meningkat, Taiwan memegang kendali dalam perkembangan teknologi aplikasi masa depan.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here