Indonesia-Vietnam terapkan Rencana Aksi hingga 2023

Indonesia-Vietnam terapkan Rencana Aksi hingga 2023
Duta Besar Republik Sosialis Vietnam untuk Indonesia Pham Vinh Quang (kiri) dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Trikasih Lembong (kanan) pada peringatan Hari Nasional Vietnam ke-74 di Jakarta, Kamis malam (5/9/2019). (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Sejak pembentukan kemitraan strategis antara Indonesia dan Vietnam pada Juni 2013, kedua negara telah berhasil menerapkan Rencana Aksi 2014 – 2018, dan melanjutkannnya untuk  periode 2019 hingga 2023.

“Rencana aksi ini mencakup berbagai bidang seperti dialog politik dan diplomatik, kerja sama ekonomi, keamanan dan pertahanan, serta promosi pariwisata, pertukaran budaya dan hubungan antarmasyarakat,” kata Duta Besar Republik Sosialis Vietnam untuk Indonesia Pham Vinh Quang pada peringatan Hari Nasional Vietnam ke-74 di Jakarta, Kamis malam (5/9).

Duta Besar mengatakan pada 2019 kerja sama ekonomi antara kedua negara berkembang pesat.

Dia menjelaskan bahwa dalam enam bulan pertama 2019, total turnover perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai 4,3 miliar dolar AS, naik 9,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan tersebut seiring dengan dibukanya rute Hanoi – Jakarta dengan transit di Kota Ho Chi Minh yang dilayani oleh Viet Nam Airlines.

Operator penerbangan tersebut juga akan meluncurkan rute kota Ho Chi Minh-Bali pada awal Oktober 2019. Sebelumnya, pada Mei 2019 maskapai Vietnam lainnya, Vietjet Air, membuka penerbangan kota Ho Chi Minh – Bali.

Rute penerbangan ini akan membantu meningkatkan jumlah penumpang yang berkunjung di kedua negara, sehingga berkontribusi pada promosi kegiatan ekonomi dan pertukaran antarorang.

“Hubungan Vietnam-Indonesia telah jauh melampaui lingkup bilateral dan mengambil signifikansi strategis, regional dan global, karena kedua negara berbagi kepentingan bersama yang lebih besar dan diharapkan untuk memenuhi lebih banyak tanggung jawab dalam mengatasi tantangan internasional,” ujar Duta Besar Pham.

Menurut dia, pada tahun 2020, Vietnam dan Indonesia, sekali lagi, akan memiliki kesempatan untuk bekerja sama di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa, yakni organ utama yang bertanggung jawab atas pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.

“Izinkan saya untuk mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Anda semua yang tidak hanya untuk menghadiri acara hari ini, tapi juga untuk kontribusi Anda pada hubungan baik antara Vietnam dan Indonesia,” kata Duta Besar.

Dia melanjutkan, “Hubungan tradisional yang dibangun oleh Presiden Ho Chi Minh dan Presiden Soekarno dan terus-menerus dikonsolidasikan oleh kerja keras dari generasi ke generasi dibina dalam komitmen berkelanjutan guna menguatkan persahabatan masyarakat Vietnam dan Indonesia.”

Duta Besar Pham mengatakan pada akhir tahun ini Kedutaan Besar Vietnam bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia akan menyelenggarakan kegiatan untuk memperingati kunjungan Presiden Ho Chi Minh ke Indonesia pada tahun 1959 dan Presiden Soekarno ke Vietnam pada tahun yang sama.

“Fokus kegiatan adalah pelatihan dan pameran foto di Jakarta, Yogyakarta dan Bali,” jelas Duta Besar.

Kedua negara saat ini tengah menuju tonggak sejarah baru pada 2020 dengan peringatan Hari Nasional ke-75 (1945-2020) dan hari jadi ke-65 Pembentukan Hubungan Diplomatik (1955-2020).

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here