Indonesia serukan rekonsiliasi Afghanistan dengan solidaritas, libatkan perempuan

Indonesia serukan rekonsiliasi Afghanistan dengan solidaritas, libatkan perempuan
Pertemuan luar biasa Komite Eksekutif Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di tingkat perwakilan permanen tentang situasi di Afghanistan, yang digelar di Kantor Pusat OKI di Jeddah, Arab Saudi pada Ahad (22/8/2021). (KBRI Riyadh)

Jakarta (Indonesia Window) – Delegasi Indonesia menekankan bahwa upaya menyelesaikan situasi yang saat ini terjadi di Afghanistan dan masa depan negara Asia Tengah tersebut harus melalui proses rekonsiliasi nasional yang damai, yang dipimpin dan dimiliki oleh bangsa Afghanistan sendiri (Afghan-led dan ​Afghan-owned).

Seruan tersebut disampaikan oleh perwakilan Indonesia pada pertemuan luar biasa Komite Eksekutif Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di tingkat perwakilan permanen tentang situasi di Afghanistan, yang digelar di Kantor Pusat OKI di Jeddah, Arab Saudi pada Ahad (22/8).

Perwakilan RI juga menegaskan bahwa proses rekonsiliasi nasional Afghanistan hanya dapat diraih dengan persatuan dan solidaritas seluruh pihak di negara ini, dan tidak akan ada perdamaian atau stabilitas tanpa partisipasi penuh, setara, dan berarti dari kaum perempuan.

Pertemuan luar biasa itu dipimpin oleh Sekretaris Jenderal OKI Yousef Al-Othaimeen dan Wakil Tetap Arab Saudi untuk OKI Saleh Al-Suhaibani, serta dihadiri perwakilan 42 dari 57 negara anggota OKI.

Dalam sambutannya, Sekjen OKI menyampaikan dukungan solidaritas Islam bagi bangsa Afghanistan.

Masyarakat internasional berharap bahwa kepemimpinan Afghanistan yang akan datang dapat menjamin keamanan, perdamaian, dan kehormatan setiap orang Afghanistan sesuai dengan norma dan hukum internasional.

Pihak yang berkuasa juga diharapkan memberikan akses bagi bantuan kemanusiaan dan fasilitasi bagi warga sipil yang ingin keluar dari Afghanistan.

Al-Othaimeen menyampaikan harapannya agar Afghanistan tidak lagi menjadi tempat bersemayam (safe haven) organisasi terror, seraya menyatakan kesediaan OKI untuk mendukung penuh persatuan dan rekonsiliasi nasional Afghanistan tanpa intervensi asing.

Sementara itu Wakil Tetap Afghanistan untuk OKI Shafiq Samim menyampaikan apresiasi kepada OKI dan negara anggota atas dukungan dan solidaritasnya kepada Afghanistan di tengah masa sulit ini.

Samim menyampaikan perkembangan terakhir di negaranya, bahwa Taliban telah memasuki Kabul dengan damai, sementara keamanan ibu kota ibu kota dan wilayah lain sudah stabil.

Samim juga menyampaikan komitmen Taliban, antara lain berjanji menjaga keselamatan orang asing dan misi diplomatik yang meninggalkan Afghanistan melalui Bandara Kabul.

Selain itu, Taliban juga berkomitmen untuk menegakkan syariat Islam, melindungi hak perempuan dan anak untuk bersekolah dan bekerja, menjamin kebebasan pers selama tidak bertentangan dengan prinsip Islam, dan menjaga hubungan diplomatik.​

Pertemuan luar biasa tersebut mengamanatkan Sekjen OKI untuk membentuk delegasi tingkat tinggi untuk menyampaikan dukungan dan bantuan untuk perdamaian, stabilitas dan rekonsiliasi nasional di Afghanistan.

Pertemuan juga menyepakati final communique secara mufakat.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here