Indonesia serukan multilateralisme MIKTA untuk aksesibilitas vaksin

Indonesia serukan multilateralisme MIKTA untuk aksesibilitas vaksin
Indonesia menyerukan negara anggota MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia) untuk terus mempromosikan multilateralisme sebagai kunci mempertahankan kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan global saat ini dan di masa mendatang. (MIKTA)

Jakarta (Indonesia Window) – Indonesia menyerukan negara anggota MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia) untuk terus mempromosikan multilateralisme sebagai kunci mempertahankan kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan global saat ini dan di masa mendatang.

“Tahun 2021 masih akan menjadi tahun yang penuh tantangan dan perjuangan, tapi dunia harus lebih optimis dengan penurunan laju infeksi COVID-19, pemulihan ekonomi global, dan re-engagement Amerika Serikat pada kerja sama multilateral,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri (PTM) MIKTA ke-18 yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu (3/2).

Menlu juga menyerukan MIKTA agar mendorong keterjangkauan dan aksesibilitas vaksin melawan virus corona secara global.

Menurutnya, MIKTA perlu mengantisipasi ancaman nasionalisme dan proteksionisme vaksin dengan memastikan akses yang adil terhadap vaksin bagi seluruh negara di dunia, terutama negara berkembang.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan mendukung fasilitas COVAX yang merupakan platform multilateral guna memastikan keseteraan akses terhadap vaksin.

Selain itu, Menlu RI juga menyerukan agar negara anggota MIKTA memperkuat kerja sama di bidang ekonomi kreatif dan ekonomi digital.

Pandemik COVID-19 telah berdampak terhadap industri ekonomi kreatif, sehingga MIKTA perlu menemukan cara yang dapat menghidupkan kembali sektor tersebut tanpa mengorbankan kesehatan masyarakat.

Di sisi lain, ekonomi digital merupakan salah satu industri yang memiliki resiliensi tinggi pada masa pandemik ini. Perpaduan ekonomi digital dan ekonomi kreatif dapat menjadi kunci bagi keberlangsungan kedua sekto ini, kata Retno.

Salah satu multilateralisme yang dipromisikan oleh MIKTA adalah joint statement atau pernyataan bersama tingkat Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan pada Sidang Majelis Umum PBB ke-75 tahun 2020.

MIKTA juga telah meluncurkan berbagai kerja sama, seperti MIKTA Development Cooperation Agency Network (DCAN) yang menjadi dasar untuk mendorong kerja sama pembangunan di masa mendatang.

PTM MIKTA ke-18 menghasilkan Joint Communique para Menlu MIKTA yang berisi pandangan bersama negara anggota mengenai berbagai isu global, serta usulan Indonesia terkait akses setara untuk vaksin.

MIKTA juga mengeluarkan pernyataan bersama atas perkembangan yang terjadi di Myanmar, berisi keprihatinan atas situasi politik di negara ini serta menegaskan perlunya ketaatan para pihak yang bertikai terhadap supremasi hukum, tata kelola pemerintahan, dan pemerintahan yang berdasarkan konstitusi.

Pada pertemuan tersebut, Korea Selatan menyerahkan keketuaan MIKTA kepada Australia yang akan mengoordinir kegiatan pada 2021.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here