Indonesia prioritaskan diplomasi vaksin dengan China

Indonesia prioritaskan diplomasi vaksin dengan China
Ilustrasi. Indonesia memprioritaskan diplomasi vaksin dengani China di tahun 2020, selain ekonomi dan perlindungan WNI di negara ini, kata Dubes RI untuk China. (Freepik)
Advertiser Popin

Jakarta (Indonesia Window) – Indonesia memprioritaskan diplomasi vaksin dengani China di tahun 2020, selain ekonomi dan perlindungan WNI di negara ini, kata Dubes RI untuk China.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah memberikan arahan untuk memprioritaskan diplomasi vaksin akibat pandemik COVID-19 saat ini, ujar Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun, dalam diskusi virtual hubungan Tiongkok dan Indonesia pada Selasa (13/10) sore.

Indonesia memutuskan untuk melakukan diplomasi vaksin di China karena negeri tirai bambu itu telah berhasil mengatasi penyebaran virus corona dengan melakukan penelitian lebal awal setelah negara dengan populasi terbesar di dunia tersebut melihat indikasi virus mematikan itu.

“Saat ini hanya ada sekitar 300 kasus aktif COVID-19 di China yang populasinya mencapai sekitar 1,4 miliar orang. Sebagian besar dari 300 kasus tersebut merupakan kasus impor. Sebanyak 14 provinsi di China saat ini telah bebas dari penyakit tersebut,” jelas duta besar.

Menurut dia, Menlu RI telah melakukan pendekatan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian dan pengembangan vaksin dan pengobatan di China.

Pada Agustus tahun ini, Menteri Retno Marsudi dan Menteri Negara BUMN Erick Thohir mengunjungi China untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara perusahaan farmasi Indonesia PT Biofarma dan perusahaan farmasi China Sinovac Biotech Ltd., katanya.

Dalam kunjungan tersebut, kedua menteri Indonesia juga melakukan pembicaraan dengan grup farmasi China Sinopharm dan perusahaan vaksin CanSino Biologics, kata duta besar.

Laporan: Redaksi

Advertiser Popin

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here