Indonesia kaji kelayakan produk ekspor ke negara MERCOSUR

Indonesia kaji kelayakan produk ekspor ke negara MERCOSUR
Indonesia dan negara-negara MERCOSUR yang terdiri atas Argentina, Brazil, Paraguay, Uruguay dan Venezuela sedang melakukan studi kelayakan dan pembentukan panduan untuk menentukan produk apa saja yang dapat dimasukan dalam perdagangan kedua pihak. (Wikipedia)

Jakarta (Indonesia Window) – Indonesia dan negara-negara MERCOSUR yang terdiri atas Argentina, Brazil, Paraguay, Uruguay dan Venezuela sedang melakukan studi kelayakan (feasibility study) dan pembentukan scoping paper (penyusunan panduan) untuk menentukan produk apa saja yang dapat dimasukan dalam regime perdagangan kedua pihak.

“Pembentukan perjanjian dengan MERCOSUR merupakan hal yang sangat esensial untuk menurunkan cost (biaya) serta membuat produk Indonesia menjadi lebih kompetitif,” kata Duta Besar Indonesia Untuk Argentina, Ninik Kun Naryati, dalam seminar daring “Potensi Bisnis Indonesia dengan Argentina, Paraguya dan Uruguay” yang digelar Kementerian Luar Negeri RI pada Jumat (4/9).

MERCOSUR (inisial bahasa Spanyol) adalah Pasar Bersama Selatan yang didirikan oleh Argentina, Brasil, Paraguay dan Uruguay, dan diikuti oleh Venezuela, dan Bolivia (masih dalam prosedur aksesi).

Perdagangan antara Indonesia dan Argentina harus terus dijajaki mengingat tantangan dalam sistem perekonomian negara Amerika Latin tersebut yang cenderung tertutup dengan kendali modal yang cukup ketat.

Hal tersebut menjadikan transaksi dengan mata uang asing menjadi sangat sulit dan berbiaya tinggi.

Padahal, Argentina merupakan pasar terbesar kedua di Amerika Selatan setelah Brasil, dengan populasi 45 juta jiwa, dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) 450 miliar dolar AS dan pendapatan per kapita mencapai 10.006 dolar AS.

Tantangan lain yang harus dihadapi oleh pengusaha di tanah air adalah belum dikenalnya Indonesia oleh masyarakat Argentina secara luas, serta tingginya tarif impor (0-20 persen, pajak pertambahan nilai 21 persen cif, ditambah pajak lokal 10 persen).

Namun, ada solusi menarik dalam menembus pasar Argentina, yakni dengan memberlakukan sistem barter.

Sistem barter, walau bukan sistem yang terlalu lumrah, merupakan metode yang kerap dilakukan oleh beberapa negara.

Melalui barter, Indonesia dapat menukar komoditas ekspor dengan komoditas impor.

Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, pembentukan sistem barter tersebut memerlukan kerja sama G to G atau antara pemerintah kedua negara guna menguatkan proses dan pelaksanaannya.

Sementara itu, Paraguay dan Uruguay merupakan bagian MERCOSUR yang berpotensi menjadi testing market (pasar uji) produk Indonesia sebelum diluaskan ke pasar Amerika Latin.

Berbeda dengan Argentina, kedua negara tersebut cukup terbuka dalam melakukan bisnis dengan pihak asing.

Indonesia juga perlu memperbaiki persepsi yang menganggap outbound investment (perluasan bisnis ke pasar luar neger) sebagai capital flight (arus modal keluar).

Seminar daring yang diikuti oleh 347 orang tersebut menghadirkan pembicara, Duta Besar RI untuk Argentina, Niniek Kun Naryati; Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia, Benny Soetrisno; Konsul Kehormatan RI di Paraguay, Ricardo Sanchez; serta Konsul Kehormatan RI di Uruguay, Nicolas Potrie Bo.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here